KUTACANE, Sumutpost.id – SMA Negeri 1 Badar berkomitmen mencerdaskan anak bangsa dengan membebaskan berbagai biaya sekolah bagi siswa yatim, fakir miskin, dan peserta didik dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SMA Negeri 1 Badar yang baru menjabat 2026 Hadian Munthe, S.Pd., M.Si mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Kami berkomitmen mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan yang berkualitas serta membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang siap menghadapi masa depan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, sekolah juga melaksanakan program Jumat Berkah yang diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pembacaan Surah Yasin, hafalan surah pendek, zikir, dan ceramah. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah
Melalui program ini, siswa yang ingin bersedekah dapat memberikan bantuan secara sukarela untuk disalurkan kepada peserta didik yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan.
Tidak hanya siswa, para guru di SMA Negeri 1 Badar juga berkomitmen membantu peserta didik kurang mampu.
Kepala sekolah bersama dewan guru siap menjadi orang tua asuh bagi siswa yatim dan fakir miskin dengan menyisihkan sebagian tunjangan sertifikasi untuk membantu penyediaan seragam, sepatu, dan tas sekolah pada awal tahun ajaran. Mereka juga berencana mengadakan pertemuan rutin bersama anak asuh sebagai bentuk perhatian dan pendampingan.
Walaupun baru menjadi kepsek di SMAN 1 Badar 2026 namun sudah memproleh prestasi yang gemilang. SMA Negeri 1 Badar meraih peringkat keenam di Provinsi Aceh dalam jumlah siswa yang lulus ke perguruan tinggi negeri melalui jalur undangan. Sebanyak 36 siswa yang diterima di PTN memperoleh dukungan biaya keberangkatan, mulai dari Rp500 ribu untuk tujuan Aceh dan Sumatera Utara, Rp1 juta untuk tujuan Padang, hingga bantuan tiket pesawat bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke Pulau Jawa.
Sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di berbagai bidang, seperti juara kelas, Kompetisi Sains Nasional (KSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Paskibra. Selain itu, tersedia hadiah untuk lomba kebersihan dan penataan kelas.
Pada awal kepemimpinannya di tahun 2026 SMA Negeri 1 Badar, Hadian Munthe juga menghapus sejumlah kutipan yang dinilai memberatkan orang tua siswa, seperti uang cendera mata dan biaya perpisahan.
Melalui berbagai program tersebut, SMA Negeri 1 Badar menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik. (msp)







