TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Kejaksaan negeri (Kejari) Kota Tebingtinggi diminta melakukan pengusutan dan penyelidikan terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tebingtinggi, terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Permintaan pengusutan dan sorotan tajam pengelolaan dana pendidikan tahun anggaran 2022-2024 itu disampaikan Forum Mahasiswa Intelektual (FMI) Cabang Kota Tebingtinggi.
Koordinator FMI, Muhammad Putra didampingi Syamsul Ramadhan menyatakan pihaknya telah mengantongi data awal yang mengarah adanya dugaan praktik tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS periode 2022-2024.
Temuan itu, kata dia, bukan sekadar indikasi administratif, melainkan berpotensi masuk pada ranah penyalahgunaan kewenangan.
“Data yang kami himpun menunjukkan adanya pola yang patut diduga sebagai penyimpangan. Ini bukan lagi soal kelalaian, tapi menyangkut integritas pengelolaan anggaran,” ujar Putra kepada awak media ini, Jumat (24/4/2026).
FMI secara terbuka meminta Kejaksaan Negeri Tebingtinggi untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah serta Bendahara SMK Negeri 1 Kota Tebingtinggi. Mereka menilai, dugaan pengelolaan dana yang tidak profesional berpotensi merugikan keuangan negara.
Tak berhenti di situ, mahasiswa juga menyoroti adanya dugaan pungutan liar terhadap siswa di sekolah tersebut dengan nominal puluhan ribu rupiah per bulan. Jika praktik itu benar, akumulasinya dinilai signifikan dan berpotensi menjadi pintu masuk pelanggaran hukum yang lebih serius.
“Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk. Dunia pendidikan bukan ruang abu-abu untuk bermain anggaran,” tegas Putra.
FMI mengklaim telah menyiapkan sejumlah dokumen awal sebagai bahan untuk mendorong penegak hukum membuka penyelidikan. Mereka meminta langkah cepat dan transparan dari kejaksaan agar persoalan ini tidak menguap tanpa kejelasan.
“Data awal ini lah kami sampaikan dalam Dumas kami,” timpal Syamsul.
Kepsek Minta Waktu
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Tebingtinggi, Yusdiantoro, belum memberikan keterangan rinci terkait tudingan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya meminta waktu untuk bertemu langsung tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.
“Sudahlah bang, saya lagi di jalan, besok saja kita ketemu”, pinta Yusdiantoro. (msp)








