IKLAN

Platinum High KTV di Medan Petisah Diduga Sarang Peredaran Narkoba, Ekstasi Dibandrol Rp350 Ribu Per Butir

Oknum Polisi Inisial A Pangkat Brigadir Disebut Bekingnya

Tempat Hiburan Malam (THM) Platinum High KTV di Jalan Kapten Muslim Komplek Megapark, Kecamatan Petisah, Kota Medan

MEDAN, Sumutpost.id – Tempat Hiburan Malam (THM) Platinum High KTV di Jalan Kapten Muslim Komplek Megapark, Kecamatan Petisah, Kota Medan disebut-sebut sebagai sarang peredaran narkotika. Ekstasi dibanderol Rp.350 per butir, dan seorang okum Polisi berinisial A diketahui sebagai bekingnya.

Hingga sekarang lokasi ajeb-ajeb itu masih beroperasi dengan aman. Tidak pernah dirazia. Kondisi ini membuat puluhan pengunjung tiap malam memadati lokasi tersebut.

Hasil investigasi tim media, ekstasi dapat disebut dijual dengan bebas di Platinum High KTV. Bahkan, walau harga perbutirnya lumayan mahal, tapi para pengunjung mengaku tidak mempermasalahkan harga; yang penting aman dari razia pihak aparat penegak hukum semacam Polisi, BNN atau bahkan TNI.

Informasi didapat, tempat hiburan tersebut milik salah satu oknum Polisi berinisial A berpangkat Brigadir yang bertugas di Mapolsek Helvetia Inisial A. “Informasinya tempat ini milik polisi berinisial A pangkat Brigadir dan bertugas di Polsek Helvetia,” ujar sumber kepada media, Sabtu 4 April 2026 subuh pukul 03.00 WIB.

Bahkan, saat awak media melakukan penelusuran, ternyata oknum personil Polsek Helvetia itu adalah orang kepercayaan toke atau pemilik Platinum High KTV. “Dia tangan kanan bos, bang,” ujar seorang karyawan disana.

BACA JUGA..  Polda Sumut Tangkap 135 Tersangka Narkoba Dalam Sepekan

Di lokasi, media yang melakukan liputan, melihat puluhan mobil dan sepeda motor berjejer rapi di areal parkir. Semua pemikik kendaraan tersebut adalah pengunjung.

Salah seorang pengunjung yang meminta tidak disebut identitasnya, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya datang karena Platinum High KTV sangat aman. Tidak ada razia aparat.

“Kami sering disini bang, disini aman makai ekstasi. Walaupun harga mahal Rp.350 ribu per butir, kami ngak masalah bang. Menurut kami Platinum KTV Medan ini cukup aman bang, Apalagi kan bos Platinum Medan KTV ini orang hebat dan kebal hukum bang. Apa yang ngak bisa dibeli dia (bos Platinum) bang. Semua kan setorannya itu ke Aparat Penegak Hukum,” ungkap pengunjung yang namanya tidak mau diungkap.

Harapan Warga: Polisi dan BNN Segera ke Lokasi

Terpisah, seorang warga sekitar bernama Supriadi (38) berharap kepada Kapolda Sumut, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Kapolrestabes Medan agar segera turun ke lokasi.

BACA JUGA..  Relise Kasus Eksploitasi Anak Dibawah Umur hanya Dihadiri Beberapa Media, Polres Tanah Karo Terkesan Diskriminasi Terhadap Kebebasan Pers

“Jangan kanya kerja makan tidur saja pak, lihat oknum – oknum anggota bapak yang bermain terlibat dalam peredaran narkoba di Platinum KTV Medan. Buka mata pak, narkoba sedang merusak masa depan bangsa kita. Kami berharap komitmen bapak dalam memberantas narkoba di Platinum KTV Medan segera terungkap,” ujarnya.

Tiap Tamu Wajib Beli Ekstasi

Data terbaru dihimpun, informasinya, setiap tamu yang masuk wajib membeli ekstasi. Hal ini disampaikan beberapa orang yang pernah menikmati dunia gemerlap di Platinum High KTV. “Kita masuk wajib beli itu (ekatasi) bang. Karena tempatnya aman, walau perbutir agak mahal ya kita belilah. Namanya untuk happy,” terangnya.

Keberadaan tempat hiburan malam ini sudah sangat meresahkan warga sekitar. Apalagi, tempat hiburan itu mulai rapat ketika jam menuju dinihari.

“Sudah lama kami curiga. Banyak anak-anak muda keluar masuk dengan kondisi tidak wajar. Kami khawatir ini merusak generasi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (30/3).

BACA JUGA..  Anggota DPRD Sumut Dumanter Tampubolon Apresiasi Kapolda Sumut Tangani Perkara Ninawati

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai, keberadaan tempat hiburan malam seharusnya diawasi secara ketat, bukan justru menjadi tempat subur peredaran narkotika.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk segera turun tangan melakukan razia dan penyelidikan mendalam terhadap aktivitas di THM Platinum tersebut.

“Kalau benar ada peredaran narkoba, harus ditindak tegas. Jangan sampai dibiarkan. Ini menyangkut masa depan generasi muda,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola THM Platinum terkait dugaan tersebut. Sementara itu, aparat diharapkan segera mengambil langkah konkret guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Medan Petisah.

Warga berharap, penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu agar tidak ada lagi tempat hiburan yang disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, khususnya peredaran narkoba. (msp)