TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara Kereta Api (KA) Sribillah Utama dan mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP di perlintasan tanpa palang pintu, Kota Tebingtinggi kembali bertambah satu orang.
Korban terakhir yang meninggal dunia itu adalah sopir mobil Avanza, Abdul Kadir Al Jaelani (42), warga Lingkungan 7, Pasar 4, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Abdul Kadir mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu malam (21/1), setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Bhayangkari Kota Tebingtinggi.
Dengan demikian, total korban meninggal akibat tabrakan KA Sribillah Utama (KA U54 CC 2018344) rute Rantauprapat–Medan dengan mobil Avanza hitam tersebut berjumlah sembilan orang.
Berikut daftar nama korban yang meninggal dunia seluruhnya:
1. Razali (59) warga Desa Sigara-gara, Patumbak
2. Daratul Laila (50) warga Desa Mekar Sari, Deli Tua
3. Risnawaty (57) warga Desa Mekar Sari, Deli Tua
4. Asrah (80) warga Deli Tua
5. Suheri (40) warga Deli Tua
6. Sri Devi (47) warga Medan Marelan
7. Mhd. Hafiz (4) warga Deli Tua
8. Mhd. Rafiq Attaqi (6) warga Deli Tua, dan
9. Abdul Kadir Al Jaelani (42) selaku supir, warga Lingkungan 7, Pasar 4, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara (Dirlantas Poldasu), Kombes Pol Firman Darmansyah didampingi Kabid Humas Kombes Pol Fery Walintukan, turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengecek seluruh korban dievakuasi di RS Bhayangkari Kota Tebingtinggi. Keduanya didampingi Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya serta Kasat Lantas AKP Lidya, guna memastikan proses penyelidikan berjalan menyeluruh.
Pihak Polda Sumut juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.
“Dengan meninggalnya sopir mobil avanza, total korban meninggal dunia seluruhnya ada 9 orang, terdiri dari dua laki-laki dewasa, lima perempuan dewasa, dan dua orang anak-anak”, ujar Kombes Pol. Firman Darmansyah di depan RS Bhayangkari Kota Tebingtinggi.
Menurut Dirlantas Poldasu itu, setelah dievakuasi pihak umah sakit, para korban dipulangkan ke rumah duka, pukul 00.30 WIB, Kamis dini hari (22/1/2026).
“Seluruh jenazah korban selanjutnya dipulangkan ke rumah duka di wilayah Deli Tua dan Marelan dengan menggunakan sembilan unit ambulans RS Bhayangkari Tebingtinggi.
Rombongan ambulans tiba di rumah duka sekitar dua jam kemudian, disambut keluarga dan kerabat korban dalam suasana duka.
Hingga kini, proses penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus dilakukan. Peristiwa ini kembali menegaskan bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu selalu menjadi ancaman serius bagi keselamatan para pengguna jalan. (msp)







