IKLAN IKLAN
DAERAH  

DLH Deliserdang Rutin Pantau Pengelolaan Pabrik dan Aktivitas Industri

Gedung kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang. (Ist/Sumutpost.id)

DELISERDANG, Sumutpost.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, rutin mengecek dan memantau aktivitas industri pabrik, khususnya yang memiliki potensi menimbulkan polusi udara dan suara.

Pengawasan dilakukan baik melalui peninjauan langsung ke lokasi atau pemeriksaan data pelaporan perusahaan atas pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

“Jika ada pengaduan masyarakat mengenai polusi udara maupun suara yang ditimbulkan pabrik dan industri, kami akan langsung melakukan peninjauan ke lokasi yang diadukan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deliserdang, Erlita Lubis SSos MH, Jumat (31/10/2025).

BACA JUGA..  Pengusaha Pabrik Tahu Merk PM di Binjai Utara Kebal Hukum, Limbah Tetap Dibuang ke Paret Warga

Pengecekan secara langsung dilakukan oleh Tim Minitoring dan Evaluasi DLH. Jika dalam pengecekan yang dilakukan ditemukan pelanggaran, maka DLH Deliserdang akan langsung memberikan pembinaan.

“Jika ditemukan, maka kita akan melakukan pembinaan sehingga pabrik dan industri yang menimbulkan polusi udara dan suara bisa memperbaiki produktivitasnya dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Plt Kepala DLH.

BACA JUGA..  Managemen Pabrik Tahu PM Sepelekan Teguran DLH Binjai, Limbah Tetap Dibuang ke Parit Umum

Dijelaskan Plt Kepala DLH, beberapa waktu lalu, pihaknya menerima informasi yang menyebutkan PT Leomas Inti Nawasena diduga melakukan pelanggaran. PT Leomas diduga menyebabkan polusi udara dan suara dari aktivitas pabrik, sehingga masyarakat sekitar terganggu.

Mendapat informasi itu, pihaknya langsung turun ke lokasi, melakukan monitoring dan imbauan kepada pabrik tersebut agar menaati aturan yang berlaku.

BACA JUGA..  Dinas Lingkungan Hidup Deliserdang Memperingati HPSN 2025 di Galang

“Pabrik itu memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) November 2024. Dengan jumlah tenaga kerja sekitar 30 orang. Walau begitu, kita tetap berikan bimbingan. Kita arahkan agar masyarakat sekitar tidak terganggu. Fungsi kami kan pengawasan, itu kami jalankan dengan baik,” tegas Plt Kepala DLH.

Diakhir, Plt Kadis LH menegaskan pihaknya juga melakukan monitoring ke banyak perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Deliserdang. (msp)