IKLAN IKLAN
DAERAH  

World Cleanup Day Selaras Dengan Budaya Tapsel

Bupati Tapanuli Selatan memimpin aksi World Cleanup Day di daerah itu. (AP/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Gerakan peduli lingkungan atau ‘world cleanup day’ bukanlah sekadar agenda. Tetapi harus menjadi kebutuhan karena selaras dengan budaya bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

“Di Tapsel, gotong royong bukan sesuatu yang baru. Dalam falsafah ‘dalihan natolu’ terdapat pesan moral tentang kebersamaan. Melalui gotong royong, kita bisa memperkuat persatuan sekaligus menjaga lingkungan,” ungkap Bupati Tapsel disela-sela kegiatan gotong-royong dalam rangka ‘world cleanup day’  di Desa Pal Sabolas, Kecamatan Angkola Timur, Sabtu (20/9/2025).

BACA JUGA..  Tokoh Masyarakat dan Warga di 15 Kecamatan Minta Gus Irawan Pimpin Tapsel

Disebut, gotong royong adalah warisan leluhur yang relevan dengan tantangan modern, termasuk isu lingkungan global. Karena itu, kebersihan lingkungan harus menjadi gaya hidup sehari-hari.

“Marilah kita selalu menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan. Momentum World Cleanup Day ini harus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap bumi adalah tanggung jawab bersama,” ucapnya. (msp)

BACA JUGA..  Pesan Cak Imin di Hari Santri Nasional 2025 di Barus: Pesantren Harus Menjadi Lokomotif Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Sains dan Teknologi