IKLAN

Hati-Hati Penipuan Catut Nama Bea Cukai! Warga Binjai Nyaris Korban Tagihan Fiktif Rp2,7 Juta

Surat pemberitahuan paket barang menggunakan kop surat Bea Cukai, dan (kanan) id card petugas Bea Cukai palsu. (Melky/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Aksi penipuan dengan modus mengatasnamakan petugas Bea dan Cukai kembali terjadi. Kali ini, seorang warga Binjai Selatan, Rospida Dolok Saribu, hampir saja tertipu setelah menerima pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang yang mengaku bernama Al Habib, petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Dalam pesan tersebut, pelaku menginformasikan bahwa korban melakukan pembelian pakaian di sebuah toko online bernama Toko Galery Batik.

Barang pesanan disebut tertahan karena tidak dilengkapi “Label Pajak”.

Pelaku lalu mengancam barang akan disita dan kasus dilimpahkan ke ranah hukum jika biaya label tidak segera dibayarkan.

BACA JUGA..  Tim Hukum Cabut Laporan Polisi di Polrestabes Soal Mobil Bobby Dilempar Usai Debat

Tak tanggung-tanggung, korban diminta mentransfer Rp2,7 juta ke rekening pribadi atas nama Muhammad Hisyam Al Huhajir di salah satu bank nasional.

Untuk meyakinkan korban, pelaku turut mengirimkan foto kartu identitas serta surat palsu yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Bahkan, ancaman kian diperberat dengan pernyataan bahwa surat penangkapan akan dikirimkan ke kepolisian jika dalam 30 menit tidak ada pembayaran.

BACA JUGA..  TNI AL Dan Bea Cukai Tangkap Kapal KM Karimah Pembawa 400 Ball press Ilegal di Perairan Batu Bara

Korban Panik
Mendapat ancaman serius seperti itu, korban Rospida Dolok Saribu mengaku sempat panik saat menerima pesan tersebut.

“Saya tiba-tiba dapat pesan WhatsApp, katanya saya membeli pakaian dari toko online dan barang saya tertahan di bandara. Mereka bilang saya harus bayar Rp2,7 juta untuk biaya label pajak. Kalau tidak, kasusnya akan dibawa ke polisi,” ungkap Rospida, Senin 8 September 2025.

Menurutnya, pelaku juga mengirimkan foto identitas dan surat resmi palsu untuk memperkuat ancaman.

“Awalnya saya sempat ragu dan takut, karena mereka bilang bisa ditangkap kalau tidak segera bayar. Tapi setelah saya pikir-pikir, banyak kejanggalan, apalagi nomor rekeningnya atas nama pribadi, bukan instansi,” jelasnya.

BACA JUGA..  Asvec Dan Bea Cukai Bandara KNIA Gagalkan Penyelundupan Sabu 2 Kg Lebih, Calon Penumpang Citilink Diamankan

Beruntung, Rospida memilih tidak menuruti permintaan tersebut. Ia berharap masyarakat bisa lebih waspada terhadap modus serupa.

“Saya bersyukur tidak sempat transfer uang. Semoga dengan kejadian ini, masyarakat lebih hati-hati dan tidak mudah percaya kalau ada yang minta uang dengan mengatasnamakan Bea Cukai atau instansi pemerintah lainnya,” pungkasnya. (msp)