IKLAN
DAERAH  

Kontras Deliserdang: Semangat Gotong Royong Rp20 Ribu Vs Rp10,2 Miliar Perjalanan Dinas DPRD

Sejumlah massa menggeruduk DPRD Deliserdang beberapa hari lalu, terkait besarnya biaya perjalanan anggota dewan Deliserdang. (Ist/Sumutpost.id)

LUBUK PAKAM, Sumutpost.id –
Deliserdang dihadapkan pada dua gambaran yang sangat kontras. Di satu sisi, ada semangat gotong royong masyarakat yang bersedia menyisihkan Rp20 ribu untuk membangun daerahnya, menunjukkan kepedulian dan harapan untuk mengentaskan kemiskinan.

Di sisi lain, muncul laporan bahwa DPRD Deliserdang menghabiskan Rp10,2 miliar untuk perjalanan dinas, hanya untuk 50 orang. Tentu memicu pertanyaan besar tentang prioritas dan empati terhadap rakyat.

BACA JUGA..  Banggakan Sumut! Kontingen Goju Ass Sumut Binaan Anggota DPRD Deliserdang M Dahnil Ginting Raih 16 Medali di Ajang Internasional

Mana yang lebih mencerminkan kepedulian terhadap Deliserdang? Rp20 ribu dari masyarakat biasa menunjukkan kesediaan berbagi dan berkorban untuk kebaikan bersama. Sementara itu, penggunaan anggaran besar untuk perjalanan dinas menimbulkan kesan bahwa ada jarak antara wakil rakyat dan kebutuhan nyata masyarakat yang berjuang melawan kemiskinan.

Penggunaan dana publik harus mencerminkan kebutuhan masyarakat, bukan kemewahan segelintir orang. Deliserdang membutuhkan pemimpin yang memiliki empati dan fokus pada program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Bukan anggaran yang seolah-olah jauh dari denyut nadi masyarakat miskin.

BACA JUGA..  Era Baru Petani Deliserdang, Bupati dan Wabup Tanam Padi Gunakan Mesin Transplanter

Apakah DPRD Deliserdang sudah mendengar seruan masyarakat yang ingin Deliserdang maju dan bebas dari kemiskinan? Tindakan dan keputusan mereka akan menjawab pertanyaan itu. Rakyat Deliserdang berhak mendapat jawaban dan tindakan nyata yang berpihak pada kebaikan bersama. Mana yang akan jadi pilihan Deli Serdang – gotong royong untuk kemakmuran, ataukah kemewahan yang dipertanyakan? (msp)

BACA JUGA..  Tinjau Normalisasi Sungai di Hutanabolon, Tito Karnavian Salut dengan Kinerja Bobby Nasution dan Masinton Pasaribu