GALANG, Sumutpost.id – Dunia pendidikan di Deliserdang yang ternaung di Dinas Pendidikan (Disdik) sedang mempertontonkan drama kolosal epik. Dramanya berjudul: calo jabatan. Korbannya jajaran kepala sekolah. Aktor utama oknum pejabat di dinas tersebut dan eksekutornya orang yang berjabatan juga.
Lead berita ini sengaja dikemas dengan kalimat drama kolosal, karena melibatkan banyak pihak. Semuanya diduga dari Dinas Pendidikan. Dan, kasus ini sudah berjilid-jilid bahan pemberitaan berbagai media, sampai yang terbaru inspektorat Deliserdang turun tangan. Bahkan Wakil Bupati Deliserdang Lom Lom Suwondo SS menegaskan: kasus ini harus diusut tuntas!
Kemarin, muncul lagi seorang kepala sekolah dari Kecamatan Galang, menceritakan pengalaman pahitnya terkait jabatan mentereng sebagai kepala sekolah dasar (SD).
Kepala sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublish, mengatakan dirinya diintimidasi seseorang yang juga teman sejawatnya: sesama kepala sekolah. Si oknum itu mengatakan, dirinya wajib membayar bila tidak ingin jabatannya dicopot. “Ngeri kali bang,” ujarnya membuka cerita.
Menurutnya, pelaku intimidasi ini dilakukan jaringan Paguyuban Guru SD yang sekarang bernama Jaringan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Katanya lagi, RLT ini menebar intimidasi ke sejumlah sepala sekolah di Deliserdang.
Itimidasi tersebut berbentuk ancaman kepada sejumlah Kepsek yang sekolahnya terbilang besar (siswanya banyak) agar membayar jutaan uang untuk mempertahankankan jabatan mereka. Apabila tidak menuruti hal tersebut, maka kursi jabatan kepsek akan digeser atau dicopot.
Menurut kepala sekolah dasar negeri itu, Ia mendapat telepon dari kordinator paguyuban guru SD wilayah Galang berinisial SS yang juga merupakan Kepsek di Galang dan merupakan anak buah oknum Kabid IS.
“Saya mau diminta uang agar saya bertahan disini (SD) saya ini. Kalau tidak mau bayar saya digeser atau dicopot. Puluhan juta diminta dari saya. Saya gak mau ngasi karena saya baru dua tahun jadi kepsek. Si SS ini nelpon saya langsung bulan April 2024 lalu,” beber Kepsek bermarga ini kepada tim Jaringan Wartawan Indonesia (JWI), Senin 25 Agustus 2025 kemarin, sembari menegaskan bahwa imdirinya akan mempertahankan jabatannya karena merasa tidak ada salah.
“Kemanapun saya berani pak, siap menghadapi kemanapun karena saya tidak salah, dan hal ini sudah saya laporkan ke pihak terkait, saya ada rekamannya saat si oknum SS ini menelpon saya untuk meminta sejumlah uang,” tegas Kepsek tersebut.
Masih penurutan kepala sekolah bermarga tersebut, katanya, selang beberapa hari kemudian, ada oknum lain menelpon dirinya. Si oknum itu menyuruh dirinya nyerahkan uang kepada oknum SS.
“Saya menduga kawannya si oknum SS menelpon saya lagi, mau minta uang agar tetap menjadi kepala sekolah, sekali lagi saya tidak mau ngasi pak,” tegas Kepsek tersebut.
Terpisah, oknum kepala sekolah yang juga kordinator paguyuban Guru SD wilayah Galang, SS membantah terkait hal ini saat di konfirmasi tim JWI melalui WhatsApp, Selasa (26/8).
“Gak ada itu pak banyak kali isu isu tentang saya ini,” kata SS.
Saat wartawan mengkonfirmasi apakah SS pernah menyetor uang Rp.60 juta ke oknum Kabid IS, ia menyebutkan tidak ada.
“Gak pak gak ada pak, aku saja gak gabung sama dia (oknum Kabid IS) pak, gak betul pak, kemarin saya diisukan seperti itu pak, kemarin pun sudah saya klarifikasi, yang isu isu seperti itu sudah di klarifikasi, saya gak anggota oknum Kabid IS, dulu saya sempat gabung sebentar di paguyuban pak, saya lihat gak cocok lagi saya keluar pak. Keluar saya, saya ngundurkan diri,” kata SS seraya menutup panggilan telepon.
Sebelumnya, Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang Lomlom Suwondo akan menindak oknum Kabid Dinas Pendidikan dan juga beberapa oknum Kepsek yang diduga menjadi calo perekrutan Kepala sekolah (Kepsek) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang.
“Harus di laporkan itu, dan harus ditindak,” tegas Wakil Bupati Lomlom Suwondo Jumat (22/8) usai menghadiri sidang paripurna pandangan akhir fraksi di gedung DPRD Deliserdang.
Bukan hanya Wabup, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deliserdang Dedi Maswardi yang juga mendampingi Wabup juga menanggapi terkait hal itu. Ia menyebutkan pihaknya sudah menegur oknum Kabid tersebut.
“Ia sudah kita tegur yang bersangkutan, lebih lanjut ini tanyak Inspektorat,” kata Dedi Maswardi.
Menurut Inspektur Inspektorat Deliserdang Edwin Nasution bahwa pihaknya sudah memanggil yang bersangkutan baik oknum Kabid maupun oknum Kepsek yang terdapat bukti transfer.
“Sudah kami periksa semua, tidak mau ngaku mereka, beralasan uang itu untuk kumpul kumpul bukan uang untuk ngurus Kepsek, tapi kalau saya periksa lebih dalam lagi bisa kita bongkar nanti ini” kata Edwin Nasution sambil berkelakar dan menaiki mobil Dinasnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Deliserdang telah memanggil oknum Kabid IS dan beberapa orang Kepala Sekolah (Kepsek) yang diduga terlibat dalam kegiatan Perekrutan Calo menjadi Kepsek dan Plt. Kepsek.
Sekretaris Dinas Pendidikan Irwansyah saat dikonfirmasi Selasa (19/8) lalu terkait hal ini via pesan WhatsApp mengakui bahwa pihaknya sudah memanggil oknum Kabid IS dan beberapa oknum Kepsek.
“Dinas Pendidikan sudah memanggil dan mem BAP, tetapi tidak ada penjelasan atau pengakuan terkait mentransfer uang untuk menjadi Kepala Sekolah atau Plt. Kepala Sekolah,” kata Irwansyah.
Saat ditanya uang yang telah ditransfer ke bendahara EY tersebut untuk apa dari beberapa oknum Kepsek, Sekretaris Dinas Pendidikan menyebutkan untuk biaya makan dan minuman.
“Untuk biaya makan dan minum pertemuan Paguyuban,” pungkas Irwansyah. (msp)








