IKLAN IKLAN
DAERAH  

Dari Zaman Seokarno hingga Jokowi Jalan Desa Tanjung Merahe-Liang Merdeka Belum Pernah Diaspal, Ketua DPRD Karo: Kita Doakan Tahun Ini

Inilah kondisi jalan menuju beberapa desa di Kabupaten Karo yang belum pernah tersentuh pengaspalan. (Daris Kaban/Sumutpost.id)

KARO, Sumutpost.id – Beberapa  akses jalan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kususnya akses Jalan Desa Tanjung Merahe – Desa Liang Merdeka, Jalan Desa Lau Buluh – Desa Kuta Male – Desa Amburidi serta Jalan Desa Negeri Jahe menuju Desa Gunung Meriah sangat memprihatinkan, terisolir dan terkesan dianaktirikan.

Pada umumnya masyarakat yang berdomisili di desa – desa terisolir tersebut, diperkirakan 80% berprofesi sebagai petani hultikultura dan palawija. Dalam hal untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, masyarakat sangat bergantung pada hasil komoditi pertanian dan peternakan.

Mirisnya, semenjak negara Indonesia secara resmi memproklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945 hingga sekarang ini akses jalan penghubung antar desa tersebut hanya pernah merasakan pengerasan jalan dengan menggunakan material batu pecah/batu kali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jalan jalan desa tersebut belum pernah tersentuh aspal alias belum pernah merasakan peningkatan fisik jalan desa pasca adanya kegiatan pengerasan yang pernah bersumber dari APBD Karo. Hingga terkesan ada perbedaan  perlakuan dengan akses jalan – jalan desa lainnya yang ada di Kabupaten Karo.

BACA JUGA..  Rapat Paripurna DPRD Karo Atas Pandangan Bupati Terkait Relokasi Tahap II Pengungsi Sinabung

Dengan kondisi jalan desa yang tidak memadai itu tentunya menyulitkan masayarakat dalam melakukan aktifitas keseharian, khususnya dikala masa panen tiba dan begitu juga ketika warga hendak memasarkan hasil komoditi pertaniannya kepasar, kondisi itu tentunya berimbas terhadap meningkatnya ongkos/tarif angkutan hasil pertanian hingga berdampak terhadap income pendapatan para petani.

“Ya benar pak, dari jaman presiden Soekarno sampe sekarang ini jalan desa kami ini belum pernah merasakan pembangunan yang memadai. Program peningkatan ketahan pangan seperti yang di gaung gaungkan pemerintah selama ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi jalan desa kami ini, jika untuk pembangunan sarana jalan desa kami ini tidak diupayakan oleh Pemeritah berati program itu hanya seremonial saja,” ujar salahseorang tokoh masyarakat R Sembiring (48) warga kecamatan kuta buluh, saat diminta tanggapannya, Minggu (2/2/2025) sore kemarin.

Lanjutnya, “Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Boby Nasution Gubernur Sumatera Utara dan kepada Bupati Karo terpilih bapak Brigjen(Purn) Dr Anthonius Ginting – Komando Tarigan beserta Ibu Iriani Br Tarigan Ketua DPRD Kab.Karo agar sudi kiranya memproritaskan peningkatan pembangunan jalan desa ini. Selama ini kami sangat kesulitan memasarkan hasil pertanian kami, kami juga sudah lelah menunggu uluran tangan dari pemerintahan pusat maupun pemerintah daerah,” keluhnya.

BACA JUGA..  Publik Soroti Dugaan "Permainan" Dana Kelurahan Kecamatan Padang Hulu, DPRD Diminta Bentuk Pansus

“Semoga keluhan kami ini bisa dimuat dalam pemberitaan di media, sebagai harapan agar jeritan kami suara rakyat kecil ini dapat didengar hingga ke istana negara dan sampai ke kuping para pemangku jabatan, supaya  kami yang tinggal di wilayah pedesaan ini benar benar merasakan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya dan benar benar merasakan arti pemerataan pembangunan seperti yang sering digadang gadang oleh pemerintah pusat ahir ahir ini,” harap pak Sembiring.

Iriani Br Tarigan Ketua DPRD Karo faksi PDI Perjuangan. (Ist/Sumutpost.id)

Menyikapi keluhan masyarkat Kecamatan Kuta Buluh prihal kondisi jalan desa yang terisolir dan belum pernah tersentuh aspal tersebut, ditanggapi langsung oleh Iriani Br Tarigan Ketua DPRD Karo faksi PDI Perjuangan.

BACA JUGA..  Sehat Herianto Sembiring Anggota DPRD Deliserdang Jemput dan Antarkan Ibu-Anak Yang Sakit ke RSUD Amri Tambunan

Senin (3/2/2025) Kepada awak media mengatakan, soal peningkatan akses jalan ke desa tersebut telah dibahas.

“Usulan untuk pembangunan peningkatan akses jalan Desa Tanjung merahe – Liang Merdeka dan jalan – jalan desa yang terisolir kususnya di wilayah Kecamatan Kuta Buluh sudah dibahas dalam Musrembang Kabupaten tahun 2024 yang lalu. Kita juga prihatin dengan apa yang selama ini dialami masyarakat desa terisolir tersebut. Namun karna keterbatasan anggaran pendapatan daerah Karo, kita berharap dananya bisa terealisasi melalaui dana alokasi kusus (DAK) di tahun ini. Sudah disampaikan Pemda Karo ke Pemeritah pusat melalui Kementrian PUPR RI. Kita doakan semoga direalisasikan dari pusat. Agar masyarakat tidak kesulitan dalam memasarkan hasil komoditi pertanian mereka,” ungkap Iriani Br Tarigan yang sudah dua priode diberi kepercayaan menjabat sebagai Ketua DPRD Karo oleh ibu Hj. Dr (HC) Megawati Soekarno Putri. (msp)