TAPSEL, Sumutpost.id – Berkat menjaga disiplin, 4 santri dari Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam rangka HUT RI ke 81 tahun 2026.
Kepala Divisi Humas dan Pemberdayaan Umat Pesantren Darul Mursyid, Asep Safaat Siregar mengatakan, keberhasilan mereka telah melewati proses seleksi berjenjang hingga dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka tingkat Kabupaten Tapsel tahun 2026 ini.
“Adapun keempat santri itu adalah Fatar Alwi Dalimunthe, Halimatusyadiah, Myori Albi Fahira, Nur Afwa,” ucapnya.
Direktur Pesantren Darul Mursyid Drs Yusri Lubis mengatakan, prestasi yang ditorehkan menjadi kebanggaan bagi Pesantren Darul Mursyid dan motivasi kedepan.
“Ini membuktikan bahwa santri Pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, fisik yang tangguh, serta nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, jadilah teladan bagi generasi muda,” sebut Direktur sambil berpesan agar para santri tetap menjaga kerendahan hati dan menjadikan amanah ini sebagai sarana menempa karakter kepemimpinan.
“Tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih bukan sekadar prosesi fisik, melainkan simbol dedikasi dan kejujuran dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.
Ja’far Syahbudin Ritonga sebagai ketua Pembina Pesantren Darul Mursyid yang juga saat ini sebagai Wakil Bupati Tapanuli Selatan juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada empat santri Pesantren Darul Mursyid.
Menurutnya, prestasi empat santri ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter, kebangsaan, dan kepemimpinan di lingkungan madrasah berjalan sangat baik.
“Apresiasi untuk para santri yang telah berjuang hingga bisa terpilih sebagai Paskibraka tingkat Kabupaten. Apresiasi juga saya sampaikan pada orang tua, pembina, yang terus memberikan pendampingan,” ungkapnya
Menurutnya, terpilih sebagai Paskibraka tingkat Kabupaten menjadi pengalaman penting bagi santri untuk mengasah kepemimpinan dan tanggung jawab.
“Kami bangga kepada keempat santri kita itu, dan tentunya akan menjadi bagian dari Paskibraka tingkat Kabupaten. Mereka membawa nama Pesantren sekaligus daerah masing-masing dalam momentum penting bagi bangsa Indonesia,” ujar alumni S3 USM Malaysia itu. (msp)








