MEDAN, Sumutpost.id – Bukan janji dan iming-iming seperti yang lazim digaungkan lembaga pelatihan kerja sejenis. Yayasan Koufuku Daruma Indonesia, beri bukti nyata kepada pemuda-pemudi Sumatera Utara. Mimpi bergaji mata uang Yen menjadi kenyataan.
Dalam hitungan beberapa hari belakangan ini, Lembaga Pelatihan Kerja yang berkantor di Jalan Nusa Indah Raya, Dusun 2 Sigara gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di belakangan Mapolda Sumatera Utara, itu kembali memberangkatkan siswanya ke pelatihan pusat di Jakarta, yang menjadi syarat utama calon pekerja sebelum berangkat ke Negara Jepang.
Pada Senin kemarin 14 Juli 2025, sebanyak 7 orang siswa berangkat ke Jakarta via Bandara Kuala Namu, untuk mengikuti wawancara langsung dengan pihak perusahaan dari Jepang.
Menurut keterangan pihak Yayasan Koufuku Daruma Indonesia, Josia Sudianto Silaban sebagai pengelola mengatakan, peserta didik (peserta pemagang) kali ini memilih wawancara langsung karena jenis pekerjaan ini adalah salahsatu favorit atau idaman, yaitu pabrik roti.

Owner yang akrab disapa Josia Silaban itu menjelaskan bahwa, wawancara gedung di LPK Daruma Indonesia juga banyak. Tapi banyak pimpinan perusahaan jepang memilih wawancara langsung dilaksanakan di Jakarta.
“Bukan tidak ada wawancara di gedung LPK Daruma Indonesia, akan tetapi memang banyak pimpinan perusahaan Jepang yang jarang untuk datang ke Sumut. Banyak diantara pemimpin perusahaan di bidang konstruksi melakukan wawancara secara online atau daring (dalam jaringan). Jadi, kali ini sebanyak 7 peserta didik kerja kita mengikuti wawancara di pelatihan pusat yang akan dilaksanakan lusa pada tanggal 17 Juli 2025,” ujar Josia kepada media ini, Selasa 15 Juli 2025.
Ketujuh peserta didik kerja yang mengikuti wawancara langsung adalah; Wira Depari (20) asal Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang; Farel Simanullang (18) dan Adrianus Lumbanraja (19) dari Kabupaten Samosir; Edi Saragih (20) dari Kabupaten Simalungun; Effort Telaumbanua (19) dari Kabupaten Nias; Ray Purba (19) dari Brastagi Kabupaten Karo dan Wendy Sianipar (26) dari Kota Medan.
Haru dan Kebersamaan
Setiap keberangkatan peserta didik kerja, rasa haru dan kebersamaan selalu beriringan. Hal itu terlihat para saudara dan keluarga peserta turut mengantar ke Bandara Kuala Namu. Bahkan, teman-teman peserta didik yang masih dalam tahap belajar turut ikut mengantar saudara sependidikannya.
Tradisi ini selalu dilakukan dengan tujuan untuk memacu semangat peserta didik yang masih belajar.
10 Peserta Lulus Wawancara di Pekerjaan Restauran
Beberapa saat usai keberangkatan 7 calon pekerja, Yayasan Koufuku Daruma Indonesia kembali mendapat kabar gembira. Sebanyak 10 peserta wawancara bidang pekerjaan Restouran dinyatakan lulu dengan visa Tokutei Ginou.
Dijelaskan, ke 10 peserta didik yang terdiri dari 9 perempuan dan 1 laki-laki ini melakukan wawancara pada tanggal 7 Juli 2025 lalu dan mereka telah memiliki sertifikat Bahasa JFT basic A2.

Berikut ini nama peserta yang lulus wawancara bidang pekerjaan Reatauran:
1. Stefani (18 tahun)
2. Chintia (24 tahun)
3. Leonarda (21 tahun)
4. Gadis (19 tahun)
5. Lena (29 tahun)
6. Indri (19 tahun)
7. Madda (19 tahun)
8. Rahma (20 tahun)
9. Renti (21 tahun)
10. Andika (18 tahun).
“Mereka rata-rata menempuh pendidikan di LPK Daruma selama 6-8 bulan, dan itu merupakan target dari kita” ujar Josia sembari menyatakan bahwa Yayasan Koufuku LPK Daruma Indonesia tidak memiliki cabang di tempat lain.
“Saat ini alamat LPK Daruma hanya ada di Jalan Nusa Indah Raya, Dusun 2 Sigara gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. Jadi jangan sampai salah, karena LPK Daruma itu dibawah naungan Yayasan Koufuku Daruma Indonesia,” tegas Josia Silaban. (msp)








