MEDAN, Sumutpost.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB) PT Sari Mutiara akhirnya berhasil terlaksana di Hotel Emerald Garden Medan, Rabu, 25 Maret 2026. Salahsatu pemegang saham dr. Tuahman Franciscus Purba, M.Kes., Sp.An, mendesak Direktur PT. Sari Mutiara harus diganti.
RUPS perusahaan yang didirikan oleh pasangan alm Washington Purba dan alm Sauriah Sitanggang ini dihadiri oleh anak-anaknya selaku ahli waris sekaligus pemegang saham yakni Parlindungan Purba yang diwakili kuasa hukumnya; dr. Tuahman Franciscus Purba, M.Kes., Sp.An; Matius Purba (anak dari alm Maruli Purba); Panusunan Purba; Ivan Elisabet Purba; Juneti Purba dan Sondang Purba.
Pantauan di lokasi, rapat yang berlangsung tertutup ini dipimpin oleh Direktur PT Sari Mutiara, Ferry Iskandar. Namun, Ferry enggan memberi komentar terkait hasil RUPS tersebut. “Sudah selesai, nanti soal keterangan langsung ke para pemegang saham saja ya,” kata Ferry Iskandar singkat kepada awak media, sembari bergegas meninggalkan lokasi.
RUPS-LB itu dikritik salah seorang pemegang saham, dr. Tuahman Franciscus Purba, M.Kes., Sp.An. Banyak hal mendasar yang tidak dapat dipaparkan dengan data fisik oleh Direktur PT Sari Mutiara. Bahkan direktur tersebut dinilainya sangat tidak profesional.
Beberapa hal bukti Direktur PT Sari Mutiara, Ferry Iskandar tidak kapabel sebagai pemimpin di perusahaan yang memiliki ratusan aset.
“Pertama, direktur tidak dapat menunjukkan laporan keuangan secara patut yaitu dengan lembaran-lembaran rekening koran. Kedua, direktur juga tidak dapat melaporkan aset secara transparan. Dengan kondisi ini, direktur patut dicurigai. Ada apa sebenarnya. Kenapa data-data sepenting itu tidak dapat dijelaskan di rapat tertinggi para pemegang saham,” ujar dr. Tuahman Purba, sembari menambahkan, “Validitas aset-aset PT tidak dapat ditunjukkan, padahal itu kita pertanyakan mengingat aset itu adalah bagian penting dalam perusahaan,” tegasnya kepada media.
Bertahun-Tahun Laporan Keuangan Tidak Pernah Dilaporkan
Ketika ditanya terkait laporan keuangan PT sudah berapa lama tidak dilaporkan, dr. Tuahman dengan tegas mengatakan sudah bertahun-tahun tidak ada laporan keuangan.
“Laporan keuangan PT sudah bertahun-tahun tidak pernah dilaporkan direktur (Ferry Iskandar). Seharusnya, laporan keuangan itu wajib disampaikan kepada kita (pemegang saham) setiap tahun. Diminta ataupun tidak diminta, seorang direktur wajib hukumnya memaparkan rincian laporan keuangan. Ini, tidak pernah sama sekali disampaikan kepada kita. Malah yang bersangkutan hanya menyampaikan secara lisan. Jadi, sungguh aib laporan keuangan PT Sari Mutiara hanya diperiksa seorang jasa akuntan tanpa menggunakan pejabat publik khusus keuangan. Bagaimana mungkin laporan PT Sari Mutiara hanya disampaikan secara lisan. Padahal laporan keuangan itu harusnya bisa dilihat, bisa dicatat dan bisa dihitung. Nah, dalam rapat tadi rekening koran saja tidak bisa ditunjukkan,” ujarnya kesal.
Atas kondisi berbagai kejanggalan itu, dr. Tuahman mengaku sangat kecewa atas kinerja Ferry Iskandar sehingga ia berharap agar yang bersangkutan diganti dari kursi direktur.
“Yang bersangkutan tidak layak disitu sebagai direktur. Dia harus bertanggungjawab kepada semua pemegang saham. Secara hukum dan jabatan, yang bersangkutan tidak boleh berat sebelah atau tunduk kepada sebagian atau salah satu pemegang saham. Sehingga secara kewenangan dalam jabatan, beliau (direktur) sudah melanggar banyak hal,” kata dr. Tuahman Purba.
Disela-sela kekecewaannya, de. Tuahman Purba menjelaskan bahwa RUPS-LB secara umum diterima dengan catatan.
“Hasil RUPS tadi akhirnya diterima karena kami bertiga kalah voting saja. Sementara 4 lainnya menyatakan menerima. Nah, dalam RUPS kedepan kami akan minta itu kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, Ranto Sibarani, SH, MH menguatkan pernyataan kliennya dr. Tuahman Purba. Disebutkan Ranto bahwa prinsip akutansi itu hanya tiga dan mudah dilaksanakan.
“Prinsipnya, bisa dilihat, bisa dihitung dan bisa dibuktikan. Hanya tiga ini prinsipnya dan itu tidak rumit. Apabila direktur profesional, harusnya itu (laporan keuangan) adalah pekerjaan mudah,” tegas Ranto Sibarani, SH, MH. (msp)
