MEDAN, Sumutpost.id – Ratusan orang tak dikenal, diduga suruhan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divreg I Sumut, menyerang dan membongkar paksa rumah Taufik Saleh di Jalan Kemuning No. 27 A, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Rabu 21 Oktober 2026.
Akibat peristiwa tersebut, korban berusia 64 tahun itu mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk luka tusuk senjata tajam pelaku dibagian telapak kakinya hingga tembus. Tidak hanya Taufik, istrinya bernama Lina dan anaknya Lita masih menjalani perawatan di klinik, akibat diserang para pelaku secara membabi buta
“Massa datang dan menyerbu kediaman saya, dan keluarga saya terpaksa meninggalkan rumah. Ini tindakan massa secara paksa tidak bisa menunjukan surat atau dokumen bukti kepemilikan rumah,” kata Taufik kepada media.
Taufik Saleh sempat berusaha mempertahankan rumahnya. Namun, situasi berubah menjadi kerusuhan yang sangat brutal. Taufik dikeroyok hingga babak belur, selain itu ada luka tikam di telapak kaki.
“Kalau memang ada persoalan kepemilikan atau sengketa atas rumah yang saya tempati, seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan mengerahkan massa dan melakukan tindakan kekerasan dan perampasan. Kami ini manusia yang punya hak untuk mendapatkan perlindungan dan diperlakukan secara adil,” bebernya.
Taufik mempertanyakan dasar tindakan pengosongan rumahnya. Apabila PT KAI mengklaim ada memiliki hak atas rumahnya, semestinya dibuktikan dengan dokumen yang sah dan melalui jalur hukum.
Taufik mengaku kehilangan tempat tinggal dan tidak sempat menyelamatkan hartanya. Ia terpaksa keluar dari rumah tanpa membawa apa pun, termasuk dompet yang berisi berbagai dokumen pribadi.
“Sekarang saya kehilangan segalanya. Saya terpaksa keluar dari rumah tanpa membawa apa-apa. Dompet dan seluruh isinya, termasuk KTP dan dokumen lainnya, juga hilang,” katannya.
Taufik berharap aparat penegak hukum segera menyelidiki peristiwa penyerangan dirinya, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta mengusut dugaan pengeroyokan dan penggunaan senjata tajam yang mengakibatkan dirinya terluka.
Ia juga meminta dugaan keterlibatan pihak-pihak mafia tanah yang mengatasnamakan atau berkaitan dengan PT KAI.
“Saya tahu siapa investor yang bermain di balik peristiwa rumah saya ini, saya akan kejar suap yang terjadi kepada oknum PT KAI untuk merampas rumah saya,” tutup Taufik Saleh.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan dari pihak yang menyuruh ratusan orang tersebut. (msp)








