IKLAN

Masinton Pasaribu Jawab Keinginan Masyarakat Tapteng Inginkan Perubahan

Masinton Pasaribu. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Masinton Pasaribu, menjawab keinginan masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), yang menginginkan perubahan pada acara musyawarah rakyat yang dihadiri ratusan masyarakat perwakilan dari 20 kecamatan, di Gedung Arta Gabe Sibuluan, di Jalan AR Surbakti, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapteng, Sabtu 29 Juni 2024.

“Kalau suara bapak ibu yang hadir di sini merepresentasikan atau mewakili suara-suara yang ada dibawah kita pertimbangkan,” kata Masinton Pasaribu disambut tepuk tangan dan terikan dukungan dari semua peserta yang hadir pada acara itu.

Begitupun, kata Masinton Pasaribu, dibutuhkan semagat juang yang tinggi agar sampai pada tujuan yang diharapkan. Bukan hanya sekedar dukungan mengharapkan sesuatu yang ahirnya merusak perjuangan.

BACA JUGA..  Pilkada Tapteng: Masinton Bupati, Kades Nyaman Bekerja Tanpa Intimidasi dan "Setoran"

“Kita juga harus terus-menerus menguatkan agar dukungan dibawah yang ingin berjuang bersama-sama untuk perubahan tadi kokoh. Dukungan itu harus kokoh, sura itu juga harus kokoh. Harus dari kehendak dan hati nurani masyarakat, mau dihargai berapun dukungan itu tidak akan goyah,” sebut Masinton Pasaribu.

Dalam musyawarah itu, Masinton Pasaribu juga mecoba mengingatkan masyarakat yang hadir dengan sejarah kejayaan Tapteng. Tapteng berdasarkan sejarah dikenal sebagai kawasan perdagangan dari berbagai penjuru negeri. Dari sejarah itu, harusnya Tapteng, lebih maju dari daerah-daerah lainya yang ada di Sumut.

“Harusnya Tapanuli Tengah dan masyarakatnya adalah pionir bagi dareh-daerah lain. Sejarahnya daerah kita ini dulunya adalah pusat perdagangan. Bahkan sejarawan sedang meneliti jejak-jejak sejarah peradaban, perdagangan dan kebudayaan di masa lalu itu. Sejarah itu bukan sekedar apa yang kita pelajari atau lihat dan hanya sekedar kita ketahui, tidak. Sejarah itu adalah bagian dari proses peradaban kemanusiaan,” ujar Masinton Pasaribu.

BACA JUGA..  Bupati Masinton Tinjau Rencana Pembangunan Jalan Penghubung Tapteng-Taput, Dorong Pembukaan Akses Wilayah Terisolir

“Kalau kita konsisten dengan peradaban tadi, kita harusnya jadi pionir. Dalam berbagai sejarah kita sudah berinteraksi dengan dunia luar kakek moyang orang Tapanuli Tengah ini, opung-opung kita dulu sudah berinteraksi dengan berbagai pedagang baik itu dari Mongol, Timur Tengah bahkan Eropa, India dan sebagainya.Itu menampakkan bahwa kita generasi harusnya orang yang lebih maju dalam berbagai hal,” ucap Masinton Pasaribu.

Usai acara, kepada wartawan terkait komunikasi politik, Masinton Pasaribu menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah menjalin komunikasi informal dengan partai politik, baik dengan Golkar dan Gerindra. Semua ingin berubah dan tidak mau dengan cara lama.

BACA JUGA..  Bupati Masinton Nonaktifkan 4 Kades: Diduga Rugikan Uang Negara Rp 1,3 Miliar

“Hasil komunikasi saya dengan Golkar dan Gerindra, semuanya ingin mendorong perubahan di Tapanuli Tengah dan ingin mengusung figur-figur baru,” ungkapnya.

Soal siapa figurnya, masih harus dikerucutkan lagi antar partai politik. Tetapi masyarakat sudah jelas-jelas menginginkan perubahan, tak mau lagi dipimpin oleh yang lama.

Masinton Pasaribu menambahkan, saat ini partai politik sedang melakukan survei di seluruh daerah. Tentunya, semua partai politik pasti akan mempertimbangkan basis survei dan suara-suara masyarakat juga. (msp)