IKLAN

Mahasiswi Unimed, Putri Anggota DPRD Tebingtinggi Ditemukan Tewas Di Kamar Kos Kota Medan

Petugas Inafis Polrestabes Medan dan Polsek Tembung saat melakukan evakuasi korban di kamar kosan. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Agustina Naibaho (22), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tanpa busana di kamar kosan Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (12/3) malam kemarin. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih diselidiki pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi di lokasi, penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun (21) yang datang untuk menemui korban.
Saat itu pintu kamar dalam keadaan terkunci dan korban tidak merespon panggilan, membuat Sanggam curiga dan memanggil tiga temannya; Johannes JM Sinaga (20) Hardi (21) dan Francen Purba (19), untuk membantu mengecek kondisi korban. Setelah beberapa kali panggilan tak dijawab, mereka berinisiatif mendobrak pintu.

Saat pintu terbuka, para saksi terkejut melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa, dengan bau tidak sedap yang tercium dari tubuh korban. Mereka segera memanggil ibu kos dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kelurahan serta Polsek Medan Tembung.

BACA JUGA..  7 Mayat Laki-Laki Ditemukan Mengambang di Kali Bekasi tadi Pagi

Petugas piket Polsek Medan Tembung bersama tim Inafis Satreskrim Polrestabes Medan  dipimpin Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban tergeletak telentang tanpa busana, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuhnya. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian.

Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyebutkan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga evakuasi jasad ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan.

“Hingga saat ini kita masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho tak kuasa menahan tangis saat melihat peti jenazah putri sulungnya. (Ist/Sumutpost.id)

Suasana Pilu Di RS Bhayangkara Medan

Informasi terbaru diperoleh media ini, Maria Agustina Naibaho merupakan bungsu dari tiga bersaudara anak anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

BACA JUGA..  PON Aceh-Sumut 2024: Proyek Tebing Penahan di Sungai Kali Alas Diduga Pakai Material Galian C Ilegal

Suasana pilu seketika menyelimuti ruang kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, ketika Mangatur tak kuasa menahan tangis saat melihat peti jenazah putrinya.
Pihak keluarga mengaku tidak menemukan hal mencurigakan sebelum Maria meninggal.

“Biasanya dia sama mamaknya intens komunikasi. Belakangan tidak ada yang ganjil maupun mencurigakan,” ucap Mangatur, Jumat (13/3/2026).

Dijelaskannya, Maria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang baik dan mudah bergaul. “Baik orangnya, ramah, dan kompak dengan orang tua. Nggak pendiam, gampang bersahabat. Sepanjang yang kami tahu, dia juga nggak pernah neko-neko,” katanya.

Keluarga juga menyebut Maria sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun, beberapa hari sebelum meninggal, Maria sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.

BACA JUGA..  Terkait Kasus PPPK di Langkat, LBH Medan Minta Polda Sumut Periksa Plt Bupati dan BKD

“Setahu kami sebelumnya nggak ada sakit. Tapi kata mamaknya, hari Selasa (10/3/2026) dia sempat WhatsApp mengeluh sakit kepala dan suaranya hilang,” ucapnya.

Informasi mengenai meninggalnya Maria baru diterima keluarga kemarin malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Mangatur sedang dalam perjalanan di Pekanbaru.

“Saya tahunya tadi malam, waktu masih dalam perjalanan di Pekanbaru. Sahabat yang menghubungi saya. Keluarga nggak hubungi karena saya lagi di jalan,” ujarnya.

Hingga kini, keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Maria. Mereka berencana membuat laporan ke kepolisian untuk memastikan penyebab meninggalnya.

“Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya kita ingin tahu penyebabnya. Makanya kami akan buat laporan polisi,” kata anggota DPRD dari Fraksi PDI P itu.

Disinggung ada tidaknya yang dicurigai, Mangatur hanya menggelengkan kepala. Jenazah Maria rencananya akan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kabupaten Simalungun. (msp)