IKLAN

Mahasiswi Klaim Ijazahnya Ditahan, Rektor Unias: Ijazah Tidak Pernah Ditahan Sampai Sekarang

Rektor Unias (Unifersitar Nias) Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si. (Peringatan Gulo/Sumutpost.id)

GUNUNGSITOLI, Sumutpost.id – Sadari Zega, seorang mahasiswi dari Universitas Nias (Unias), menjadi sorotan di media sosial facebook setelah mengunggah video berdurasi 7 menit 28 detik yang mengklaim bahwa ijazahnya ditahan oleh rektorat Unias selama tiga minggu. Menanggapi hal itu rektor Unias Eliyunus Waruwu menegaskan bahwa satupun ijazah mahasiswa/i tidak pernah ada yang ditahan dan di persulit sampai sekarang. Hal itu dikatakannya pada Selasa (09/07/2024).

“Ijazah saya ditahan dan dipersulit oleh Unias, setelah saya viralkan baru dikasih. Semua persyaratan telah saya selesaikan,” jelas Sadari Zega dalam video tersebut.

Namun, Zega kemudian mengklarifikasi video tersebut dan meminta maaf kepada seluruh jajaran Unias. Ia mengakui bahwa unggahan tersebut dimaksudkan untuk mendesak pihak kampus agar segera memberikan ijazahnya.

BACA JUGA..  Kepala Sekolah MAN 2 Langkat Lena Pohan Langkat Terbuka dan Transparan

Menanggapi tuduhan tersebut, Rektor Unias, Eliyunus Waruwu, menjelaskan bahwa tidak ada ijazah yang ditahan jika semua persyaratan telah dipenuhi. Waruwu juga menegaskan pentingnya klarifikasi agar nama baik Unias tidak tercemar.

“Tidak ada ijazah yang ditahan-tahan jika sudah memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Waruwu menyatakan bahwa opini yang beredar di media sosial harus segera diklarifikasi. Ia menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang bermain-main dengan ijazah mahasiswa.

BACA JUGA..  Kepsek SMPN I Pangkalan Susu Jarang Ngantor, Orang Tua Murid Protes Disdik Langkat

“Kita mau opini ini diklarifikasi secepatnya. Kalau ada yang main-main dengan ijazah mahasiswa/i, kita akan berikan tindakan tegas,” tegas Eliyunus Waruwu.

Menurut Waruwu, ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi oleh Zega, seperti publikasi artikel dengan nama-nama yang belum lengkap. Hal ini menyebabkan Zega membuat unggahan di media sosial seolah-olah dipersulit dengan tujuan tertentu. Setelah mengetahui kekurangannya, Zega kemudian memperbaiki persyaratannya.

“Aku baru cek ke anggota, syarat yang belum dipenuhi yang bersangkutan adalah publikasi artikel dengan nama-nama tidak lengkap. Yang bersangkutan membuat status di media sosial seolah-olah dipersulit dengan tujuan tertentu, dan setelah dia tahu ada kekurangan akhirnya dia perbaiki. Pihak kampus butuh untuk klarifikasi karena ada tanggapan sengaja dipersulit dengan tujuan meminta sesuatu. Ini harus yang bersangkutan mengklarifikasi statusnya di medsos, apalagi di klaim ijazah baru dibagi setelah dia buat status. Ini penting untuk kita tahu siapa para pelaku yang mempersulitnya. Karena di luar yang bersangkutan, tidak ada yang komplain ke kita tentang ijazah,” jelasnya.

BACA JUGA..  Mahasiswa UDA Demo, Minta Hana Nelsri Kaban Kembalikan Uang Kuliah dan Buka Ruangan yang Digembok

Selama Zega belum mengklarifikasi, pihak kampus akan tetap menunggu dia untuk menyampaikan kondisi yang sesungguhnya, termasuk tanggapan dari para netizen. (msp)