IKLAN

Ketum Alumni Teknik Sipil Nommensen Rikson Sibuea Dukung Kapolrestabes Kombes Jean Calvijn Berantas Narkoba dan Begal

Ketum Alumni Teknik Sipil Universitas HKBP Nommensen Medan, Ir. Rikson Sibuea, ST (kanan) mendukung kinerja Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memberangus kedaruratan narkotika dan begal. (Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Ketua Umum Alumni Teknik Sipil Universitas HKBP Nommensen (IKATEKSI UHN) Medan, Ir. Rikson Sibuea, ST mendukung kinerja Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak memberangus kedaruratan narkotika dan aksi kejahatan lainnya seperti begal.

Dukungan penuh disampaikan Ir. Rikson Sibuea, ST berangkat dari kesuksesan Polrestabes Medan dan Polsek jajaran mengungkap peredaran narkotika dengan jumlah tersangka dan barang bukti yang sangat massif.

Katanya, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak adalah sosok yang sangat tepat memimpin lembaga Kepolisian di ibu kota Sumut, dengan tingkat kejahatan dari berbagai jenis hingga kedaruratan narkotika

“Kita sangat patut memberi apresiasi tinggi kepada bapak Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. Beliau tidak mengenal kata mundur untuk memberangus peredaran narkotika. Bahkan, jenis kejahatan lain yang sangat menakutkan bagi masyarakat seperti begal, turut diberantasnya,” kata Rikson Sibuea kepada media ini, beberapa hari lalu di salah satu gerai kopi ternama di Kota Medan.

Rikson Sibuea juga mengatakan, sejak pucuk pimpinan ditangan komando Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, Polrestabes Medan bertransformasi menjadi satuan kepolisian yang konsisten menunjukkan komitmen memberi rasa aman bagi seluruh warga Kota Medan.

“Diawal kepemimpinannya, bapak Kapolrestabes serius memberantas narkoba secara massif. Hampir seluruh pojok narkoba diseser, khususnya di daerah Jermal. Kemudian akhir-akhir ini memberantas begal,” ujarnya.

BACA JUGA..  Bandar Bantaran Sungai Petisah Tengah Disergap Satnarkoba Polrestabes Medan

Pria yang juga salahsatu ketua organisasi kontraktor itu mengatakan, sebagai orangtua yang memiliki anak di usia menjelang dewasa, saat ini merasa sedikit lega karena tren penggunaan rokok jenis vape– yang belakangan juga sudah disusupi narkoba, turut menjadi perhatian serius Polrestabes Medan.

Katanya, anak-anak di usia memasuki dunia pendidikan tinggi adalah waktu yang sangat rentan dipengaruhi lingkungan seperti penggunaan vape. Dan, vape yang awalnya model lain dari rokok tembakau, kini sudah menjadi ladang baru para pelaku kejahatan narkotika.

“Kita sebagai orangtua, sedikit lega akan pergaulan anak kita diluaran sana. Karena, bapak Kapolrestabes Medan melalui Satresnarkoba berhasil mengungkap jaringan vape mengandung narkoba. Sedikit banyaknya, peredaran vape berbahan berbahaya ini akan tersendat. Dan itu sangat massif pengaruh positifnya kepada anak-anak diusia emas,” tegas Ir. Rikson Sibuea, ST.

“Kita berharap, etos kerja yang dipraktekkan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, dapat dituru seluruh personil kepolisian di Sumatera Utara,” tambahnya.

Berkat kerja keras dan prestasinya menumpas narkotika, begal, curat dan kejahatan lainnya, Rikson Sibue berharap Kombes Pol. Dr. Jean Calvin Simanjuntak diganjar dengan jabatan dan pangkat setingkat lebih tinggi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr, Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH didampingi Walikota Medan saat menunjukkan barang bukti. (Ist/Sumutpost.id)

“Kami berharap kepada pimpinan Polri bapak Kapolri memberikan apresiasi atau reward untuk menaikkan pangkat Kapolreatabes Medan. Kami juga mendoakan bapak Kombes Calvijn Simanjuntak bisa menjadi Kapolda Sumut di masa mendatang,” ujar Rikson Sibuea.

BACA JUGA..  Police Line Pos AMPI “Pabrik” Ekstasi Dibuka OTK, Poldasu Akan Selidiki

Ucapan apresiasi yang disampaikan Rikson Sibuea kepada Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak tidak berlebihan. Pasalnya, pada bulan lalu, Polrestabes Medan memparkan keberhasilan besar mengungkap berbagai tindakan kejahatan selama bulan April 2026.

Seperti sudah diberitakan kemarin, Selama bulan April Polrestabes Medan berhasil mengungkap 250 laporan polisi dari empat jenis kejahatan yakni perjudian, kejahatan jalanan, aksi premanisme, dan narkoba berhasil diungkap dengan total 290 tersangka.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan dari ratusan tersangka tersebut, 16 orang merupakan residivis. Selain itu, tujuh tersangka lainnya diketahui memiliki keterlibatan dalam sejumlah kasus berbeda yang belum terungkap saat penangkapan sebelumnya (DPO).

“Dari tujuh tersangka itu, terdapat 22 laporan polisi di berbagai wilayah hukum Polrestabes Medan dan polsek jajaran,” ujar Kapolrestabes Medan didampingi Kasat Narkoba Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Kasat Reskrim AKBP Adrian Lubis, mewakili Walikota Medan dan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik pada Senin (4/5/2026).

Untuk kasus kejahatan jalanan, lanjut Calvijn, pihaknya mencatat 117 kasus yang terdiri dari pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Dari ketiga jenis tindak pidana itu, curanmor menjadi paling dominan.

BACA JUGA..  KPK Harus Membuka Catatan Topan Ginting Terkait Pejabat yang Terlibat Mengerjakan Proyek

Meski demikian, Calvijn menyebut angka pencurian dengan kekerasan mengalami penurunan hingga 14 persen, berkat intensitas patroli rutin, patroli gabungan TNI/Polri, serta tindakan tegas terhadap
pelaku kejahatan.

“Saat ini kasus curas ada tiga, namun tetap menjadi perhatian serius. Kita tidak mau underestimate,” ujarnya.

Selain memaparkan pengungkapan kasus, Kapolrestabes, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak juga memaparkan peta kerawanan kejahatan di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Kecamatan Percut Sei Tuan dikatakan masih menjadi wilayah dengan tingkat kejahatan tertinggi, khususnya untuk kasus pencurian dengan kekerasan dan praktik perjudian.

“Percut Sei Tuan masih mendominasi. Ini menjadi atensi khusus bagi jajaran, termasuk Polsek Tembung untuk meningkatkan patroli dan penindakan,” tambahnya

Sementara itu, kasus curat paling tinggi terjadi di wilayah Medan Kota, curanmor di Medan Baru, serta aksi premanisme di Kecamatan Sunggal. Untuk pengungkapan narkoba sendiri, Percut Sei Tuan juga tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi. Sedangkan kegiatan GSN paling aktif dilakukan di wilayah hukum Pancur Batu.

Calvijn menegaskan, pemberantasan narkoba menjadi prioritas utama dan harus dilakukan pihaknya secara berkelanjutan.

“Tidak menutup kemungkinan masih ada barak-barak narkoba lainnya. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar bisa kita bersihkan dan menuju zero narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan,” terangnya. (msp)