IKLAN
DAERAH  

Kejar Target PAD Rp1,5 Triliun Tahun Ini, Bupati Deliserdang Harus Optimalkan Penagih Bapenda dan Retribusi Parkir

Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Indra Silaban, SH. (Erwin/Sumutpost.id)

DELISERDANG, Sumutpost.id – Banyak harapan perbaikan dari berbagai sektor unruk dilakukan  pasangan Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang, dr. Asri Ludin Tambunan-Lom Lom Suwondo, usai dipantik pada 20 Februari mendatang. Salah satunya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Karena disinyalir selama ini terjadi kebocoran di sektor tersebut.

Seperti diketahui, peningkatan PAD dari tahun sebelumnya menjadi salah satu target utama pemerintahan baru Delisersang dibawah komando pasangan bupati dan wakil bupati yang rencananya akan dilantik Presiden Prabowo secara serentak di Jakarta.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang dari Fraksi PDI Perjuangan, Indra Silaban, SH kepada sejumlah wartawan pada Selasa 11 Februari 2025.

Dikatakan Indra Silaban, banyak pihak dan masyarakat menaruh harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru dapat melakukan terobosan dengan langkah yang tepat, yaitu mengevaluasi petugas-petugas penagih pajak di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Langkah itu harus diambil untuk memutus dan mencegah dugaan kong kalikong petugas dengan objek pajak yang berdampak pada tidak maksimalnya PAD.

BACA JUGA..  Limbah Cemari Lingkungan, Komisi 2 DPRD Deliserdang Temukan Industri Bermasalah di Sampali

Menurut Indra, potensi pencapaian maksimal PAD tahun ini dari sektor pajak dan retribusi lainnya sangat sangat memungkinkan. Melihat dari pesatnya pertumbuhan usaha, pembangunan dan sektor Industri di Kabupaten Deliserdang terus tumbuh pasca pandemi covid -19 kemarin.

”Hanya diperlukan evaluasi rotasi petugas penagih pajak memutus terjadinya kong kalikong permainan antara penagih dengan objek pajak. Kalau ini diperketat kita yakin PAD Deliserdang itu akan maksimal karena itu merupakan tanggung jawab sesuai tupoksinya sebagai petugas yang diberi mandat menagih pajak daerah. Saya rasa itu lebih efektif ketimbang eksternal,” sebut Indra.

BACA JUGA..  Mendagri Tito Karnavian: Pemda Harus Saling Berkoordinasi

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang duduk di Komisi 2 DPRD Deliserdang ini menambahkan, peningkatan PAD dari retribusi parkir tepi jalan juga memiliki potensi sangat besar bila dikelola dengan baik. Artinya pengawasan terhadap pelaku  pengumpul retribusi parkir yang dikelola pihak Kecamatan dan Dinas Perhubungan ini juga dioptimalkan. Tak tertutup kemungkinan banyak bocor.

Banyak itu penghasilan retribusi parkir tepi jalan di Kabupaten Deliserdang ini, kalau dikelola dengan baik dan optimal. Tidak seperti sekarang diduga lebih banyak masuk ke kantong oknum oknum tertentu. Ini kita harapkan menjadi terobosan oleh Bupati Deliserdang terpilih dr. Asri Ludin Tambunan nanti. Artinya lebih memaksimalkan SKPDnya yang memiliki tanggung jawab sebagai pengumpul PAD,” pinta Indra Silaban SH.

BACA JUGA..  Bupati Deli Serdang Terpilih Asri Ludin Tambunan Akan Buka Perayaan Malam Sa Cap Me Imlek di Pantai Labu

Tahun 2025 ini, optimalisasi peningkatan PAD diharapkan mencapai angka 1,5 trilun. Sedangkan pendapatan PAD tahun 2024 lalu itu tercapai Rp 1,1 trilun. Adapun target pajak yang harus dikejar meliputi pajak reklame, pajak hiburan, pajak parkir, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, pajak sarang walet. Selain itu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, restoran, BPHTB hingga Air Bawah Tanah ( ABT).

”Dari pantauan dan informasi yang kita kumpulkan beberapa waktu ini, permainan oknum itu ada. Dan itu harus diakhiri agar tujuan PAD Deliserdang ini tercapai secara maksimal. Hingga dapat memenuhi target target pembangunan Kabupaten Deliserdang yang akan dicapai. Dibawah kepemimpinan dr Asriludin Tambunan kita yakin beliau orangnya tegas,” pungkas Indra. (msp)