IKLAN

Jabatan Pati dan Pamen Era Listyo Sigit Dibabat Jenderal Suyudi, PMPHI: Kita Curiga Langkah Kapolri Ini

MEDAN, Sumutpost.id – Kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang baru menjabat hitungan minggu, dengan mengganti banyak Kapolda, perwira tinggi hingga perwira menengah, menimbulkan kecurigaan. Apakah murni kebutuhan regenerasi di tiap tingkatan satuan atau akibat sesuatu hal lainnya.

Hal itu lontarkan Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat.

Diketahui, hingga saat ini sedikitnya 19 Kapolda telah diganti. Belum lagi tingkat Wakapolda, Kapolres dan lainnya. Bahkan, di Sumut, Kapolda beserta Wakapolda turut dalam daftar telegram pergantian tersebut. Gandi Parapat berharap, pergantian itu tidak sampai mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

“Kami harap pergantian tersebut tidak mengganggu stabilitas di masyarakat luas”, kata Gandi Parapat, Senin (12/10/2026) saat ditanya bagaimana PMPHI Sumut melihat pergantian semua kepercayaan Kapolri lama.

Dikatakan, semenjak ada informasi Komjen Suyudi mau jadi Kapolri dan disetujui DPR melalui paripurna, PMPHI sangat bangga dan berdoa agar Komjen Suyudi menjadi Kapolri. Namun kebanggaan tersebut saat ini menjadi kecurigaan karena perwira tinggi kepercayaan Kopolri lama dalam waktu yang sangat singkat diganti.

“Apakah ada kesalahan besar yang dilakukan Kapolri lama dan orang kepercayaanya atau unsur dendam. Kami harap pergantian tersebut tidak mengganggu stabilitas di masyarakat luas”, ujarnya.

Kata Gandi, peperpindahan atau mutasi pasti ada, tapi biasanya punya tenggang waktu. Kapolri pasti tau tugas dan fungsi Polri.

“Kami tidak mungkin mengajarinya, namun kecurigaan kami pasti timbul atas pergantian seluruh kepercayaan Kapolri lama. Pergantian itu seperti semua kepercayaan Kapolri lama tidak mampu atau bersalah sehingga segera diganti”, pungkasnya.

Namun pun demikian, lanjut Gandi, dalam hal pergantian pejabat di Polri pihaknya sangat berharap jangan sampai menimbulkan kegaduhan kelompok Kapolri lama dan kelompok Kapolri baru. Polisi bagi negara satu, tak ada kelompok-kelompok. Kalau tidak mampu mengemban tugasya diganti atau dibina agar lebih mampu bertugas.

“Pergantian mendadak semua kepercayaan Kapolri lama kami harap agar tidak menjadi polemik, semua harus tunduk kepada atasan atau UU”.

“Kami mendoakan Kapolri agar bertugas untuk bangsa dan negara. Pergantian para pejabat di Polri semoga itu kepentingan bangsa dan negara bukan kepentingan Jenderal Suyudi atau kelompoknya”.

Khusus kepada masyarakat Sumut Korwil PMPHI Sumut itu meminta agar mendukung dan mendoakan Kapoldasu yang Irjen Pol Sonny Irawan lebih sukses dari Kapolda sebelumnya. (msp)