TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Isu mengenai potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat Kota Tebingtinggi dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan pengguna kendaraan bermotor di Kota Tebingtinggi.
Informasi yang berkembang secara informal di masyarakat menyebutkan bahwa ketersediaan stok BBM diperkirakan hanya mampu bertahan hingga sekitar 20 hari ke depan. Meski belum disertai penjelasan resmi dari pihak terkait, kabar tersebut dengan cepat menyebar melalui percakapan warga hingga media sosial.
Akibatnya, sebagian masyarakat mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap kemungkinan terganggunya pasokan BBM. Tidak sedikit warga yang mulai mempertimbangkan untuk mengisi bahan bakar dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai langkah antisipatif.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu fenomena “panic buying” yang justru berpotensi memperparah situasi, termasuk munculnya pedagang BBM eceran dengan harga jual tinggi. Tak hanya itu, pembelian BBM secara berlebihan juga dapat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat.
Isu kelangkaan yang berkembang tanpa disertai klarifikasi resmi berpotensi menciptakan kepanikan publik. Dalam situasi seperti ini, arus informasi yang tidak terverifikasi sering kali menjadi pemicu utama terjadinya lonjakan konsumsi secara tidak wajar.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Penggunaan BBM secara bijak dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas distribusi di lapangan.
Di sisi lain, publik juga berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai kondisi stok dan sistem distribusi BBM di wilayah tersebut. Transparansi informasi dinilai penting untuk meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, kondisi di lapangan hingga Kamis malam (5/3/2026) terpantau aktivitas di sejumlah SPBU di Kota Tebingtinggi berlangsung antrian panjang, mulai dari kendaraan roda dua, roda tiga, hingga kendaraan roda empat.
“Katanya BBM mau langka bang, jadi kami beli untuk stok mudik lebaran nanti. Cuma kalau untuk sepeda motor dengar-dengar dijatah pihak SPBU hanya boleh maksimal Rp. 50 ribu”, ujar Abdillah, pengendara kendaraan roda dua yang mengaku hampir satu jam lamanya rela mengantri di SPBU, Simpang Rambung, Kota Tebingtinggi demi mendapatkan Pertalite
Tak hanya di SPBU Simpang Rambung, sejumlah SPBU lainnya di Kota Tebingtinggi juga terpantau dalam antrian panjang pengendara kendaraan, diantaranya SPBU Jl. Setia Budi Brohol, SPBU Simpang Beo, SPBU Jl. HM. Yamin SH, dan SPBU Paya Pasir. (msp)







