IKLAN

IKLAN

DAERAH  

Hari Jadi ke-81 Tapteng, Pemkab Tanam Pohon dan Pulihkan Lahan Pascabencana di Sipange

Aksi penghijauan sekaligus pemulihan lahan terdampak banjir bandang dan longsor di Kelurahan Sipange.(Ist/Sumutpost.)

TAPTENG, Sumutpost.id – Memperingati Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), menggelar aksi penghijauan sekaligus pemulihan lahan terdampak banjir bandang dan longsor di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis 27 Desember 2026.

Kegiatan dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Tapteng Ny Rismawaty Masinton Pasaribu, Staf Ahli I TP PKK Ny Masnoni Mahmud Efendi, ASN, serta masyarakat.

BACA JUGA..  Silaturahim dan Sholat Jumat di Masjid Jami Beringin, Bupati Deliserdang Terpilih Berjanji akan Merenovasinya

Aksi penghijauan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat setelah bencana 25 November 2025.

Di kawasan lereng yang kritis, dilakukan penanaman pohon konservasi dan vegetasi penutup untuk memperkuat struktur tanah serta mengurangi risiko erosi dan longsor. Sementara lahan persawahan warga yang sebelumnya tertimbun sedimen mulai dimanfaatkan kembali dengan penanaman jagung, tanaman kacang-kacangan dan sereh untuk membantu memulihkan produktivitas tanah.

BACA JUGA..  Derliana Siregar Ajak Warga Jaga Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

“Mari kita menjaga hutan, menjaga lingkungan,”ajak Bupati Masinton Pasaribu, seraya menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Pemulihan juga dilakukan melalui doa bersama dan pendekatan budaya adat Batak sebagai bagian dari penguatan semangat dan ketahanan sosial masyarakat terdampak.

Mengusung semangat “Sahata Saoloan” yang bermakna satu hati, satu kata, dan satu kegiatan, Pemkab Tapteng berharap momentum Hari Jadi ke-81 menjadi penguat gotong royong untuk memulihkan lingkungan, mengembalikan mata pencaharian, dan membangun Tapteng yang lebih tangguh serta berkelanjutan. (msp)