MEDAN, Sumutpost.id – Forum Warga Peduli Asrama TNI AD Gelugur Hong Jalan Karantina Ujung, Kota Medan, Sumatera Utara, merasa resah dan takut atas sikap Kodam I Bukit Barisan terkait perintah segera pengosongan rumah warga asrama.
Momen haru pun terjadi diacara halal bi halal di Asrama TNI AD tersebut, Minggu 13 April 2025 kemarin. Usai saling bersilaturahmi dengan bersalaman dan maaf-maafan, warga juga menggunakan kegiatan tersebut untuk bercurhat keresahan dan ketakutan atas perintah pengosongan rumah di komplek milik TNI itu.
Diketahui, warga yang mendiami asrama tersebut diperkirakan 1000 lebih terdiri dari 225 Kepala Keluarga (KK). Ratusan KK ini terdiri dari berbagai golongan baik agama dan suku.
Acara halal bi halal itu diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh warga, kemudian kata sambutan oleh ketua Tim 13, M. Agussyah.
Ia menyampaikan dan berharap agar situasi dan kondisi warga saat ini dan kedepan terkendali.
“Saya dan tim13 berharap kepada seluruh warga agar mensuport kami terkait kegiatan ini, kami tetap berjuang dengan tidak mengenal waktu, memperjuangkan agar tidak terlaksana ketentuan pada tanggal 20 April 2025. Apabila sampai dengan limit waktu yang telah ditentukan pihak Kodam 1 BB, kita akan mencoba melakukan negosiasi agar pihak Kodam dapat mempertimbangkan untuk tidak melakukan pengosongan rumah warga, karena warga tidak tahu harus pindah kemana karena tidak memiliki rumah,” ujar Ketua tim 13.
Ia juga menambahkan, bahwa tim 13 sudah menyurati beberapa Institusi/lembaga seperti :
1. Presiden RI
2. Kementerian Pertahanan
3. Panglima TNI
4. KSAD
5. Komisi I DPR RI
6. Komisi II DPR RI
7. Komisi III DPR RI
8. Komnas HAM
9. Pangdam I/BB
10. Ombudsman Perwakilan Sumut, dan
11. Pepabri Sumut.

Sementara itu, Ustad Fachrul al Banjari dalam tausiahnya menyampaikan semangat kepada warga yang berdomisili di asrama TNI AD tersebut.
Semoga inspirasi warga didengar Allah SWT agar tanggal 20 nanti tetap diizinkan tinggal disini sampai seterusnya, katanya.
“Dan disaat-saat ini tetaplah bersatu dan tetap berdoa baik agama apapun, semoga Allah menerima doa warga asrama glugur hong. Disamping itu jangan ada pertikaian dan perbedaan untuk menjadi perpecahan,” ujar Ustad Fachrul al Bajari yang kemudian dilanjutkan dengan memimpin doa.
Diakhir acara, beberapa pemuka agama, warga STM baik dari agama Islam maupun Nasrani, para ibu ibu dan juga anak anak tak luput menyampaikan aspirasi agar jangan sampai dikosongkan rumah.
‘Kami para pemuka agama dan warga STM Asrama TNI-AD Glugur Hong memohon kepada Pangdam I/BB agar memperbolehkan kami tetap tinggal dan menempati rumah yang sudah 60 tahun lebih kami tempati,” ujar salah satu warga STM.
Kaum ibu ibu juga ramai menyatakan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar mendengarkan keluhan mereka.
“Kami tidak punya pekerjaan juga tidak punya rumah lain, tolong kami Pak Presiden, para orang tua kami adalah pejuang yang ikut berjuang mempertahankan negara ini, dan juga sebahagian para orang tua kami yang sudah wafat dikebumikan di Taman Makam Pahlawan dan mendapatkan bintang jasa dari Negara Republik Indonesia ini,” ujar para ibu sambil menangis. (smp)







