TAPTENG, Sumutpost.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Tahun 2026 berlangsung dengan suasana berbeda.
Bukan sekadar seremoni, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, memilih merayakannya bersama anak-anak panti Asuhan Sion di
Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Senin 24 Agustus 2026.
Kegiatan berbagi kasih yang diikuti jajaran Pemkab Tapteng itu menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagian bagi anak-anak panti asuhan sekaligus menunjukkan kepedulian Pemerintah kepada masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Kehadiran Bupati dan rombongan disambut antusias anak-anak panti, pengurus yayasan, para guru serta masyarakat. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Adek Yunia Laia.
Dihadapan anak – anak Masinton menyampaikan pesan yang menjadi inti perayaan HUT ke-81 “Masa Depan Daerah Berada Ditengah Generasi Muda”.
“Anak- anak adalah wajah masa depan
Tapanuli Tengah. Ketika saya melihat wajah kalian hari ini, saya melihat masa depan Tapanuli Tengah 10, 20, bahkan 50 tahun yang akan datang,” ungkap Masinton.
Ia meminta anak-anak panti tidak merasa rendah diri karena berasal dari panti asuhan maupun keluarga sederhana.
Menurutnya, latar belakang bukanlah penentu masa depan, yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk bermimpi, kemauan belajar dan kerja keras.
Masinton bahkan mendorong anak- anak untuk berani bercita-cita tinggi, menjadi tenaga profesional, abdi negara hingga pemimpin Tapteng dimasa mendatang.
Bangun Tapteng Bukan Hanya dengan Infrastruktur
Masinton menegaskan bahwa pembangunan Tapteng tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik. Pembangunan sumber daya manusia,
pendidikan dan pembentukan karakter harus menjadi bagian penting dari kemajuan daerah.
Karena itu, pemerintah berkomitmenagar persoalan ekonomi tidak menjadi alasan bagi anak-anak Tapteng untuk berhenti sekolah.
“Tidak boleh ada anak Tapteng yang putus sekolah hanya karena pesoalan ekonomi,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi semakin penting karena Tapteng masih menghadapi proses pemulihan setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak terhadap pemukiman, infrastruktur dan lahan pertanian masyarakat.
Dihadapan warga, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit bersama pemerintah, masyarakat tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan diminta bergotong royong membangun kembali daerah.
Semangat itu, kata Masinton, sejalan dengan falsafah “Sahata Saoloan” yang berarti sehati, sejalan dengan gotong royong.
Anak Panti Mendapat Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perangkat daerah turut membawa bantuan untuk Panti Asuhan Sion dan warga terdampak bencana.
Dinas Sosial menyerahkan 40 bungkus makan ananak, 20 kasur lipat, 20 selimut, 20 paket sandang anak dan 15 paket family kit. Dinas Pendidikan memberikan paket buku bacaan, sementara Dinas Ketahanan Pangan merayakan 44 karung beras.
Disdukcapil juga memberikan layanan dokumen administrasi kependudukan
berupa akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK)
bagi anak- anak pantiasuhan.
Sementara itu, Dinas Kesehatan menyerahkan 250 paket sembako serta
cenderamata khusus untuk anak-anak panti. Dan, Bagian Umum turut memberikan makanan ringan.
Ketua Yayasan Panti Asuhan Sion, Yosua Rambe, menyampaikan apresiasi atas kunjungan perhatian Pemkab Tapteng. Menurutnya, kehadiran pemerintah memberikan semangat tersendiri bagi anak-anak panti, terlebih di tengah proses pemulihan pascabencana.
Pelayanan Publik hingga Pelestarian Sejarah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah arah kebijakan pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Di bidang administrasi kependudukan, pelayananakan terus didorong agar semakin dekat dengan masyarakat, termasuk melalui pelayanan di tingkat Kecamatan seperti Manduamas dan Sorkam sehingga warga tidak harus selalu datang ke Pandan.
Pemerintah juga memperkuat layanan darurat termasuk pemadam kebakaran dan penyediaan ambulans siaga di Puskesmas.
Di bidang lingkungan, pengelolaan sampah mandiri di setiap kecamatan menjadi salah satu perhatian untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat menuju target pembangunan berkelanjutan 2030.
Masinton turut mengingatkan masyarak atagar tidak melupakan sejarah Tapteng,Situs Bongal yang telah diekskavasi BRIN dan Situs Lobu Tua menjadi bagian penting dari sejarah daerah yang menunjukkan bahwa wilayah Tapteng, memiliki ketertarikan dengan jaluar perdagangan dunia pada masa lalu.
Wakil Bupati dan Sekda Turut Berbagi Kasih Pada hari yang sama, Wakil Bupati
Tapanuli Tengah Mahmud Efendi juga melaksanakan kegiatan serupa dengan menyerahkan bantuan sosial, perlengkapan sekolah, pangan serta KIA di Panti Asuhan Namira, SDN Pandan 3 dan SD Aksara Pandan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Binsar TH Sitanggang, menyerahkan bantuan
berupa uang, family kit, makanan ringan,
pakaian dan kasur lipat dari Dinas Sosial.
Bantuan juga berupa paket buku dari Dinas Pendidikan serta beras dari Dinas Ketapang untuk anak-anak panti dan anak yatim di Panti Asuhan Susteran Alma Pandan.
Perayaan HUT ke-81 Kabupaten Tapteng tidak sekadar menjadi peringatan bertambahnya usia daerah. Di tengah suasana pemulihan pascabencana, perayaan tersebut menjadi pesan bahwa pembangunan Tapteng harus menghadirkan harapan bagi anak-anak sebagai genari penerus.
Dari anak- anak panti, pemerintah ingin menegaskan satu pesan, Tapteng harus bangkit bersama, dan masa depan daerah itu sedang dipersiapkan mulai hari ini. (msp)








