PSP, Sumutpost.id – Sebanyak dua unit rumah hanyut dibawa air akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Sabungan Sipabangun arah desa Kampung Setia, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kita Padangsidimpuan, Selasa (25/11/2025) sore.
Penyebabnya adalah karena air Sungai Sibontat meluap akibat tingginya curah hujan. Ditambah banyaknya material kayu yang menyebabkan aliran sungai menjadi terhambat.
Sehingga air meluap hingga ke badan jalan dan sempat menggenangi jalan aspan di desa itu termasuk menghanyutkan dua unit rumah yang kebetulan berada di pinggir Sungai tersebut.
“Sekarang air sudah mulai surut,” kata Plt Camat Padangsidimpuan Hutaimbaru, Robiul Harahap.
Hanya saja saat ini di desa tetangga yakni Desa Tinjoman warga dikhawatirkan karena ada kayu besar yang melintang di sungai. Sehingga dikhawatirkan jika hujan terus maka air sungai kembali meluap dan bisa membahayakan warga.
“Tadi sudah kita hubungi BPBD tapi belum bisa tersambung. Kayu itu harus segera di potong atau di pindahkan menggunakan alat berat. Jika tidak warga khawatir air bisa meluap ke pemukiman warga,”
jelasnya.
Saat ini pihaknya bersama dengan seluruh perangkat desa dan warga masih terus memantau pergerakan air sungai.

Cari Ikan di Sungai, Pria 23 Tahun Hanyut
Sementara itu, seorang warga Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, dilaporkan hilang setelah hanyut saat mencari ikan pada Selasa (26/11/2025).
Plt Kalaksa BPBD Kota Padangsidimpuan, Dedy Iriansyah, mengatakan korban bernama Wira (26). Ia terseret arus di aliran Sungai Aek Sibontar atau yang dikenal warga sebagai Kampung Darek
“Dari informasi yang kami terima, korban atas nama Wira berusia 26 tahun terbawa arus saat kondisi sungai meluap,” ujar Dedy.
Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban sedang mencari ikan bersama seorang rekannya. Arus yang semakin deras membuat korban tak mampu menyelamatkan diri.
“Korban sedang mencari ikan siang tadi bersama temannya, kemudian terseret arus,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat tengah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan korban.
“Tim sudah berada di lapangan dan mulai menyisir lokasi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Basarnas, yang akan ikut turun melakukan pencarian mulai besok,” jelas Dedy saat ditemui di bantaran sungai Kelurahan Ujung Padang, sekitar lima kilometer dari lokasi awal korban hanyut.
Upaya pencarian akan dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan. (msp)







