TAPSEL, Sumutpost.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), memiliki komitmen yang kuat untuk ikut berperan dalam ‘membagusi’ Tapsel yang lebih menyasar pada penyaluran zakat produktif. Sehingga, para mustahik (penerima zakat) akan beralih menjadi muzakki (pembayar atau pemberi zakat).
“Baznas Tapsel lebih memfokuskan penyaluran zakat yang produktif. Sebab, langkah itu sangat tepat untuk mengentaskan kemiskinan,” terang Ketua Baznas Tapsel Jon Sujani Pasaribu, pada pelantikan Baznas Tapsel, di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Tapsel, Selasa (21/10/2025).
Dikatakan, membayar zakat merupakan perintah agama. Tercatat di Rukun Islam. Selain menjadi kewajiban jika dipandang dari sisi agama, zakat juga dinilai merupakan pilar ekonomi yang mampu memutar roda perekonomian secara mikro.
“Ada dua unsur zakat yang pundamental, yaitu dari sisi agama dan nilai sosial,” sebutnya seraya menegaskan, potensi zakat di Tapsel bisa mencapai 5 miliar rupiah setahun. Tentunya, merapikan penerimaan dari para mujakki.
“Jika selama ini, 100 porsen, zakat yang terkumpul masih ditujukan untuk konsumsi, kedepan 70 persen akan menyasar zakat produktif. Selain itu, Baznas Tapsel juga berencana menerapkan pengelolaan yang tranparan dan akuntabel. Bahkan bisa di akses sehingga menumbuhkan tras membayar zakat ditengah umat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu menyambut baik program kerja Baznas Tapsel yang komit ‘membagusi’ perekonomian masyarakat lewat penyaluran zakat produktif.
“Saya sangat percaya dan menaruh harapan pada kinerja pimpinan Baznas Tapsel. Tak boleh ada lagi muslim yang kelaparan ditengah muslim yang kekenyangan. Berharap betul, Baznas Tapsel bisa mengelola dengan baik dan masuk kesektor yang produktif,” ungkap Bupati sambil berpesan agar para ASN tetap semangat dan patuh dalam membayar zakat, walau terjadi kekurangan pendapatan atas efek pengurangan tranfer dana daerah dari pusat.
“Saya ingin Baznas Tapsel bisa mengelola zakat pada sektor produktif. Sehingga, mustahiq menjadi mujakki. Ini sangat membantu, apalagi ditengah ruang fiskal daerah yang semakin sempit.
Ini tantangan. Baznas harus mendapat tras dari seluruh umat muslim. Tentu dibutuhkan tranparansi dan akuntabel. Saya yakin pimpinan yang dilantik mampu mewujudkannya,” harap Bupati mengakhiri.
Hadir pada pelantikan itu, Kapolres Tapsel, Dandim 0212 TS, Kajari Tapsel, Sekda, Kakan Kemenag, Ketua TP PKK Tapsel, Pimpinan OPD dan Camat serta Pimpinan Csbang BUMN, BUMD, perusahaan dan ormas Islam. (msp)








