IKLAN

MEDAN  

Banyak Siswa Keracunan Karena MBG, Gandi: Apa yang Harus Kita Ucapkan kepada Pemerintah?

MEDAN, Sumutpost.id – Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat mengaku bingung tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia pun mengaku bertanya dalam diri apa yang harus kita ucapkan kepada pemerintah atas banyaknya siswa/i yang keracunan makan MBG, program jitu Presiden Prabowo.

“Karena sudah ada yang berani membuktikan 3 siswi terdiagnosa serang saraf kepala, ginjal dan jantung setelah makan MBG”, kata Gandi Parapat, Selasa (8/9/2026).

Padahal, sebut Gandi Parapat, Pigai yang pintar dan licin otaknya sampai saat ini belum menunjukkan pujian atas keberhasilan MBG. Pigai hanya disibuki dengan pekerjaan seperti memprotes UU TNI yang menghukum anggotanya melalui pengadilan atas penyiraman air keras kepada aktivis.

“Kami berharap Pigai yang pintar/otak licin segera membuka jalan agar kami bisa mengucapkan sesuatu atas keracunan -keracunan yang diakibatkan oleh MBG”, ujarnya.

BACA JUGA..  Terkait Kelangkaan BBM, Gandi: Kadis Perindag dan ESDM Sumut Gercep Kordinasi dengan Pertamina

Berbagai lapisan masyarakat pun, sebut Korwil PMPHI Sumut itu telah memprotes MBG tapi tidak ada artinya. Malah masyarakat sangat ketakutan membicarakan peristiwa-perisiwa keracunan.

Padahal tanpa MBG lanjut Gandi, dunia mengenal dan mengetahui Indonesia orang pintar dan berkualitas. Buktinya banyak orang Indonesia dibutuhkan di luar negeri.

“Kami takut memprotes Presiden Prabowo, kami perhatikan selama ini dia dikendalikan, sehingga sering tidak sinkron ucapan dengan kenyataan. Demikian juga menghadapi para pembantunya seperti Menhut yang KO di PTUN Jakarta atas Pencabutan izin 28 PT akibat Banjir Bandang 2025 di Tapteng. Tapi Menhut sampai saat ini belum mampu menjawab pertanyaan kami tentang kayu-kayu gelondongan yang berserakan itu milik siapa,” tutup Gandi Parapat. (msp)