IKLAN

Kementerian ESDM Salurkan Bantuan Korban Bencana Melalui Pemkab Tapsel dan Agincourt Resources

Kementerian ESDM menyerahkan bantuan kepada Kepala Desa Garoga Risman Rambe (keempat dari kanan) di site Tambang Emas Martabe di Batang Toru, Tapanuli Selatan. (Dok: PTAR for Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Desa Garoga dan sekitarnya, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Bantuan Kementerian ESDM ini diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan didistribusikan dengan dukungan operasional PT Agincourt Resources (PTAR) sebagai mitra pemerintah di lapangan yang memiliki infrastruktur, sumber daya, dan kesiapan tanggap darurat di wilayah terdampak.

Penyerahan bantuan dilakukan di kantor logistik PTAR di Batang Toru, yang sejak awal bencana berfungsi sebagai pusat koordinasi dan distribusi logistik untuk mendukung pemerintah daerah dan kementerian terkait. Bantuan yang disalurkan berupa 267 unit tenda berbagai ukuran, termasuk tenda keluarga berukuran 4×4 meter, 10 unit mesin jet cleaner, mesin gergaji, matras, dan lampu darurat (emergency lamp) untuk mendukung pemulihan warga terdampak bencana.

Saat penyerahan bantuan, perwakilan Kementerian ESDM menyerahkannya secara simbolis kepada Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Tapanuli Selatan, Triyanta Hadil Khoiri Dairiyawan, dan Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, didampingi General Manager Operations & Deputy Director Operations Agincourt Resources, Rahmat Lubis.

BACA JUGA..  PT AR Komit Dukung Pendidikan di Tapsel
Kementerian ESDM menyerahkan bantuan ke Kantor Camat Batang Toru, Tapanuli Selatan. (Dok: PTAR for Sumutpost.id)

Triyanta menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas perhatian dan dukungan nyata bagi warga Tapanuli Selatan serta kepada PTAR yang membantu operasional penyaluran bantuan di lapangan.

“Terima kasih kepada Kementerian ESDM atas kepedulian dan bantuan konkret bagi masyarakat Tapanuli Selatan. Dukungan operasional PTAR sangat membantu pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan dari negara secara lebih cepat dan tepat sasaran, terutama ke wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas,” ujarnya.

Sementara itu,  Rahmat Lubis menegaskan bahwa PTAR mendukung penuh penyaluran bantuan Kementerian ESDM dengan berkoordinasi erat bersama pemerintah daerah.

“Dengan sumber daya, infrastruktur, dan tim tanggap darurat yang kami miliki, PTAR akan menyalurkan bantuan dari Kementerian ESDM ini ke para penyintas di Desa Garoga dan desa-desa sekitar yang terdampak, melalui posko-posko pengungsian yang dikoordinasikan Pemkab Tapanuli Selatan. Kami bekerja mengikuti arahan pemerintah daerah agar distribusi tertib, transparan, dan menjangkau warga yang paling membutuhkan,” katanya.

Sejak bencana terjadi, PTAR bersama Pemkab Tapanuli Selatan, BPBD, TNI-Polri, Tim Siaga Bencana PTAR, Emergency Response Group (ERG) ESDM, serta para relawan telah membuka posko, menyiapkan dapur umum, menyediakan layanan kesehatan, serta mengerahkan alat berat dan helikopter untuk membuka akses dan menyalurkan logistik ke wilayah yang terisolasi.

BACA JUGA..  Dukung UMKM Lingkar Tambang, Agincourt Resources Gelar Pelatihan Pastry & Bakery

Rahmat berharap bantuan tambahan dari Kementerian ESDM kian memperkuat dukungan pemerintah daerah dan mitra usaha dalam memulihkan kondisi warga terdampak banjir dan longsor di Batang Toru.

“Bantuan ini bukan hanya menambah kekuatan logistik di lapangan, melainkan juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra usaha bergerak searah untuk mempercepat pemulihan masyarakat. Kami di PTAR akan memastikan setiap dukungan yang dipercayakan kepada kami benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan,” ujar Rahmat.

Dukungan Kementerian ESDM ini memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha di wilayah terdampak. PTAR berkomitmen untuk terus menjadi mitra tepercaya pemerintah dalam mendukung upaya tanggap darurat dan pemulihan masyarakat, sejalan dengan prinsip operasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kementerian ESDM menyerahkan bantuan sebanyak 267 tenda dan perlengkapan lain kepada korban banjir bandang dan longsor di Desa Garoga dan sekitarnya. (Dok: PTAR for Sumutpost.id)

Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Wilayah tambang mencakup area 30 km² yang berada dalam Kontrak Karya (KK) generasi keenam dengan total luas wilayah 1.303 km². Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatra, tepatnya di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

BACA JUGA..  Presdir PTAR Muliady Sutio: Komitmen Meningkatkan Kualitas Lingkungan hidup di Sekitar Wilayah Operasional

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan memiliki basis sumber daya 6,1 juta ounce emas dan 59 juta ounce perak per 30 Juni 2024. Kapasitas operasi Tambang Emas Martabe lebih dari 6 juta ton bijih per tahun untuk memproduksi lebih dari 200.000 ounce emas dan 1-2 juta ounce perak per tahun.
PT Agincourt Resources melibatkan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, sekitar 99% di antaranya warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% berasal dari desa setempat. PT Danusa Tambang Nusantara (PTDTN) memegang 95% saham PT Agincourt Resources.

PTDTN adalah anak usaha PT United Tractors Tbk dengan kepemilikan saham 60% dan PT Pamapersada Nusantara dengan kepemilikan saham 40%, sekaligus bagian dari grup usaha PT Astra International Tbk. Sebanyak 5% saham PT Agincourt Resources dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. (msp)