IKLAN
DAERAH  

Kalaksa BPBD Binjai Minta Maaf Atas Postingan Anggota Yang Singgung Profesi Jurnalis

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Rusi Iskandar Baroes. Sementara (kanan) postingan salah satu anggotanya. (Ist/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai, Rusi Iskandar Baroes, menyampaikan permohonan maaf atas unggahan salah satu anggotanya di media sosial yang dinilai menyinggung wartawan, Kamis (4/12).

“Saya selaku pimpinan, atas nama BPBD meminta maaf kepada rekan-rekan wartawan atas postingan anggota saya di media sosial yang sekiranya sudah menyinggung,” tegas Rusi Iskandar Baroes.

Terkait langkah internal, Rudi memastikan akan memanggil dan menindak tegas anggota dimaksud.

“Mungkin anggota merasa tersinggung karena lelah menghadapi banjir. Tidak ada saya arahkan, bisa saja memang spontanitas,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang jurnalis di Kota Binjai, Ahmad Fauzi Pardede melakukan siaran langsung pada 2 Desember 2025 dini hari untuk melaporkan kenaikan debit air saat banjir.

“Saat itu saya live di media sosial tentang naiknya debit air. Faktanya di lapangan tidak ada satu pun petugas BPBD,” jelas Fauzi.

Namun, tidak lama setelah siaran langsung tersebut, diduga seorang anggota BPBD berinisial MAT mengunggah tulisan yang dianggap menyinggung, dengan turut menyertakan tangkapan layar akun Chanel Tercun II.

BACA JUGA..  Pemeriksaan Kesehatan Gratis Upaya Pemkab Deliserdang Jaga Kesehatan Masyarakat

“Ini anak mungkin pakai akun fake. Mau terkenal ku rasa. Kita kerja 1×24 jam terus bergilir ke piket berikutnya. Liat postingan kayak gini kok dongkol ya. Tau kalian siapa pemilik akunnya ini?” demikian unggahan MAT, dikutip Fauzi.

Lebih lanjut, Fauzi menyayangkan komentar akun lain berinisial RF—yang juga diduga anggota BPBD—yang menuliskan kalimat bernada merendahkan profesi wartawan.

BACA JUGA..  KONI Binjai Matangkan Program 2026, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pembinaan Atlet

Hal ini kemudian menimbulkan reaksi dari sejumlah jurnalis. Syahzara Solihin, salah satu pengurus PWI Kota Binjai, menyatakan kekecewaan atas unggahan tersebut.

“Ini sudah tendensius dan menyinggung profesi jurnalis. Ada etika dalam bersosial media, apalagi terkait instansi Pemerintahan Kota Binjai,” tegas Solihin.

Ia berharap BPBD Kota Binjai dapat menyikapi persoalan ini dengan bijak dan sesuai prosedur, agar kejadian serupa tidak terulang. (msp)