IKLAN IKLAN
DAERAH  

Pesan Cak Imin di Hari Santri Nasional 2025 di Barus: Pesantren Harus Menjadi Lokomotif Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Sains dan Teknologi

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengikuti apel Hari Santri Nasional 2025 di Titik Nol Peradaban Islam, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memimpin apel Hari Santri Nasional 2025 di Titik Nol Peradaban Islam, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Rabu (22/10/2025).

Apel dihadiri Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, Wabup, Mahmud Efendi Lubis, Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, Wakil Wali Kota, Harry Pahlevi Harahap, bersama pejabat daerah hingga anggota DPR RI.

BACA JUGA..  Rutan Balige Peringati HUT Korpri ke 54, David Nicolas: Demi Indonesia Maju, Kita Tingkatkan Pelayanan Publik

Cak Imin merasa bersyukur, peringatan 10 tahun Hari Santri Nasional 2025 dilaksanakan di Titik Nol Peradaban Islam di “Kota Bertuah” Barus.

“Barus adalah tempat di mana Islam pertama kali tumbuh dan menyebar hingga ke seluruh penjuru negeri,” kata Cak Imin.

Dia pun memastikan, negara terus berupaya hadir bagi santri dan pondok pesantren lewat UU 18/2019 tentang pesantren.

BACA JUGA..  Info Penting! Pemko Tanjungbalai Hapus Denda PBB P-2 dari Tahun 2014 Hingga 2025

Maka pondok pesantren harus menjadi lokomotif kemajuan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Santri harus mampu menguasai ilmu dunia dan akhirat. Harus menjadi wajah asli nusantara, mencetak talenta produktif nan santun, dan menjadi mercusuar peradaban,kemajuan, dan keunggulan,” kata Cak Imin.

Ketua Umum PKB itu menambahkan, pesantren harus mampu memelihara nilai-nilai unggul yang telah ada, sembari mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik. (msp)

BACA JUGA..  Desa Tanoh Khukehan Kecamatan Deleng Pokhkisen Lakukan Perbaikan Jaringan Irigasi