BINJAI, Sumutpost.id – Proyek pembangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026184, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, menuai sorotan publik.
Selain membahayakan pengguna jalan karena tumpukan material yang diletakkan sembarang di tepi jalan, proyek ini juga diselimuti dugaan praktik tak sehat dalam penganggaran.
Pantauan wartawan, Sabtu (4/10/2025), terlihat material berupa batu kerikil ditumpuk tanpa pengamanan di pinggir jalan, persis di samping SDN 024184 Tunggurono.
Kondisi jalan yang gelap pada malam hari makin memperbesar risiko kecelakaan bagi pengendara, khususnya sepeda motor.
Tak hanya soal keselamatan, publik juga mempertanyakan transparansi proyek ini.
Pasalnya, SDN 026184 disebut mendapat bantuan pembangunan dua kali dalam satu tahun anggaran, padahal kondisi sekolah dinilai tidak terlalu mendesak. Dugaan pun mencuat, adanya kedekatan Kepala Sekolah dengan istri Kepala Bidang Pendidikan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Binjai berinisial HB, menjadi faktor “kemudahan” proyek.
Selain itu, warga sekitar mengaku heran karena pihak sekolah sengaja mematikan lampu pada malam hari dengan alasan penghematan, meski dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersedia untuk biaya listrik.
“Kalau memang ada anggaran BOS untuk listrik, seharusnya digunakan. Kalau terang kan enak dipandang, dan bisa mencegah niat jahat. Dengan kondisi gelap ditambah tumpukan material begini, jelas berbahaya,” ujar Dharma dan Andy, warga sekitar.
Situasi ini menimbulkan keresahan masyarakat dan menjadi perhatian serius.
Publik mendesak pihak terkait segera turun tangan agar keamanan pengguna jalan terjamin, sekaligus memastikan pengelolaan anggaran pendidikan dilakukan secara adil dan transparan. (msp)







