IKLAN
MEDAN  

Ramai di Medsos: Spanduk Bertuliskan Mahasiswa Jemaat HKBP, Ganti Ephorus Karena Mengadu Domba Jemaat

Korwil PMPHI Sumut Gandi Parapat Tak Setuju Sinode Istimewa Ganti Ephorus

Spanduk yang meminta Ephorus HKBP diganti karena mengadu domba jemaat. (Ist/Sumutpost.id]

MEDAN, Sumutpost.id – Ramai muncul di lamam berbagai flatform media sosial dan grup WhatsApp spanduk bertuliskan: Mahasiswa Jemaat HKBP, Ganti Ephorus!!! Karena Mengadu Domba Jemaat. Belum diketahui siapa yang pertama memfoto, dimana lokasinya lalu mengupload di media sosial.

Fenomena langka kelompok mahasiswa meminta Ephorus diganti dengan tuduhan serius; mengadu domba jemaat, membuat koordinator wilayah Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat angkat bicara.

Kepada media, Gandi Parapat mengaku belum paham isi spanduk yang tersebar di media sosial dan grup whatsaap (WA) yang menyebut “Mengadu Domba”. Namun, katanya, itu dimungkinkan karena jemaat menilai Ephorus kurang fokus pada kegiatan pokoknya.

Hal tersebut dikemukakan Korwil PMPHI Sumut, Drs Gandi Parapat saat ditanya wartawan bagaimana PMPHI menyikapi foto spanduk yang beredar di media sosial dan grup WA berisi “Mahasiswa Jemaat HKBP , Ganti Ephorus !!! Karena Mengadu Domba Jemaat”.

BACA JUGA..  Terkait Putra Presiden Naik Jet Pribadi ke AS, Gandi Parapat: KPK Pakai Otak Atau Remot?

“Wah saya sebenarnya tidak ada urusan pergantian Ephorus HKBP, karena saya jemaat HKBP bersama jemaat lainnya yang ikut memberi kebutuhan hidup Ephorus melalui persepuluhan (uang persembahan). Kebutuhan Ephorus tertera tidak kekurangan seperti biaya perjalanan”, ujar Gandi Parapat kepada wartawan, Senin (29/9/2025).

“Kami juga belum paham isi spanduk bertulis Mengadu Domba. Tapi mungkin mahasiswa menilai karena Ephorus kurang fokus pada kegiatan pokoknya”, tambah Gandi Parapat.

Namun Korwil PMPHI Sumut itu mengaku sangat heran aktifitas Ephorus yang seperti ketua umum partai politik.

“Saya selaku Jemaat HKBP, sebelum ada Pdt Viktor Tinambunan sudah ikut membangun HKBP mulai dari Sekolah Minggu. Setelah Pdt Viktor Tinambunan Ephorus, jika spanduk itu benar beredar, baru ada keinginan terbuka dari Mahasiswa Jemaat HKBP agar mengganti Ephorus sebelum habis periode”, ujarnya.

BACA JUGA..  PMPHI Apresiasi Presiden Rombak Kabinet, Sarankan Menteri Terdekat Jokowi Ikut Diganti

Disebutkan, gerakan Ephorus dan semua Pendeta yang ‘takut’ serentak ikut gerakan tutup TPL. Ketaatan para Pendeta ke Ephorus untuk tutup TPL mirip dengan pemerintahan atau partai politik.

“Banyak tokoh masyarakat dan jemaat HKBP menginginkan agar segera dibuat Sinode Istimewa, karena Ephorus kreatifitasnya mengajak tutup TPL”.

“Kami tidak kapasitas mengganti Ephorus, hanya mengusulkan kalau bisa Pdt Viktor Tinambunan dikukuhkan sebagai Ketum partai. Bila perlu dibuat Partai HKBP. Kalau Viktor Tinambunan sebagai Ketum Partai kemungkinan kami ikut rombongannya, tapi sebagai Ephorus HKBP harusnya fokus pada kegiatan-kegiatan gereja”, ujar Jemaat HKBP Pardomuan tersebut.

“Banyak yang malu atas gerakan Ephorus HKBP tutup TPL, padahal kalau ada yang menutup gereja mereka diam, tidak mautau”, sebutnya.

PMPHI Sumut pun tetap mengajak Jemaat HKBP agar mendoakan Ephorus HKBP beserta pengikutnya meninggalkan kampanye tutup TPL.
Karena PMMPHI berharap Pemerintah lah yang mengurus TPL, bukan dengan rombongan HKBP.

BACA JUGA..  Diisukan Minta Tanah ke Menhut Pasca Seruan Tutup TPL, Ini Klarifikasi Ephorus HKBP

Ditanya apa Gandi atau PMPHI Sumut anti kepada pribadi Pdt Viktor Tinambunan ?. “Maaf tidak ada hubungan pribadi saya dengan Pdt Viktor Tinambunan dan para Pendeta yang membuat pernyataan tutup TPL. Kami jelas tidak mau ada gerakan tutup TPL atas nama HKBP, apalagi Ephorus yang sangat didewakan Jemaat HKBP untuk mengayomi, mendoakan dan memberi kesejukan terutama untuk jemaat HKBP”, ujarnya.

“Jadi lebih bagus Viktor Tinambunan jangan pake jubah hitam Pendeta lagi, pake baju partai sebagai ketua umum biar ikut kami. Mohon maaf ya, lebih bagus terus mendoakan Ephorus dan para Pendeta pengikutnya daripada Sinode Istimewa mengganti Ephorus”, tutup Gandi Parapat. (msp)