IKLAN
DAERAH  

Setelah Aek Latong dan Batu Jomba, Kini Jalinsum Pengkolan Berulah

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu bersama rombongan meninjau jalan longsor di Dusun Pengkolan. (Diskominfo Tapsel for Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Jalan Nasional di ruas Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel) – batas Tapanuli Utara (Taput), kembali menjadi ‘batu sandungan’ dalam kelancaran lalu lintas dikawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yang menjadi penghubungkan Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Hujan deras yang mengguyur wilayah itu, pada Selasa (23/9/2025) malam, mengakibatkan longsor. Lantas rawan dilalui hingga kini.

“Badan jalan amblas. Sempat terjadi antrian. Tetapi sudah mulai terurai setelah alat berat dikerahkan memperlebar badan jalan kearah tebing,” terang Camat Sipirok, Sahruddin Perwira.

BACA JUGA..  Dorong Penguatan Ekonomi Desa, Bupati Tapsel Konsolidasi KMP di Kantor Camat Batangtoru

Disebut, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu juga telah meninjau langsung lokasi jalan amblas sekitar 20 meter di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Rabu (24/09/2025) lalu.

“Kemarin bapak Bupati sudah lewat sekaligus meninjau lokasi,” ungkapnya.

Saat meninjau lokasi didampingi sejumlah pejabat, Bupati menyebut, saat di Jakarta pada Selasa (23/9/2025) sore sempat berkomunikasi dengan pimpinan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, Andi Iwan D Aras.

“Saya meminta tolong ke beliau untuk menyampaikan ke mitranya di Kementerian PU (Pekerjaan Umum) agar memberi perhatian untuk pemeliharaan jalan-jalan nasional di Tapsel, bahkan di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel),” ungkap Bupati dihadapan wartawan.

BACA JUGA..  Tim PKK Provinsi Sumut Monev, Desa Candirejo Tonjolkan Inovasi

Pada kesempatan itu, Gus juga mengeluhkan kondisi jalan nasional di Tapsel dan bahkan Tabagsel secara keseluruhan, berbanding jauh dengan Kabupaten tetangga yaitu, Tapanuli Utara (Taput). Artinya, jalan di Tapsel, secara keseluruhan di Tabagsel lebih buruk kondisinya di Tapsel.

“Dan, setelah satu jam kami membicarakannya, tiba-tiba kejadian lagi ada longsor di sini,” ungkapnya sambil berharap, secepatnya ada penanganan yang sifatnya permanen dari Kementrian melalui Balan Jalan.

BACA JUGA..  Politisi PDIP Denis Simalango Sentil DPRD: Rp 3 Milyar HUT Tapteng Dongkrak Ekonomi Rakyat

Menurutnya, ruas jalan nasional dikawasan itu, merupakan konektipitas pital bagi warga, terutama pengguna jalan. Sebab, jaraknya lebih pendek dari ruas lainnya. Sehingga, jika akses ini terkendala dan rusak, tentu membutuhkan waktu tempuh dan biaya lebih dari ruas jalan lainnya.

“Jika dari Kota Padangsidimpuan atau Mandailing Natal mau ke Medan, itu harus lewat Labuhan Batu dan jaraknya itu bertambah menjadi lebih 100 Kilometer, Serta, memakan waktu tempuh lebih dari 2 jam. Dari segi ekonomi ini tentu terjadi pemborosan yang luar biasa besar,” tambahnya. (msp)