IKLAN

Edy Rahmayadi Layak Dipilih Presiden Prabowo Sebagai Menteri Pertahanan

Pangkostrad ke-38 Letnan Jenderal (purn) Edy Rahmayadi. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id –  Senin 8 Agustus 2025, untuk kali kedua Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle di Kabinet Merah Putih. 4 menteri diganti bersamaan 1 kementerian baru dibentuk.

Salah satu pos menteri yang strategis dalam perombakan Kabinet Merah Putih ini adalah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam). Perombakan tersebut pasti berkaitan dengan performa Menkopolkam dalam koordinasi penanganan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam aksi massa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, luka berat, dan ringan serta kerugian negara yang mencapai Rp 1 triliun lebih akibat kerusakan fasilitas umum dan kantor pemerintah.

Pemberhentian Budi Gunawan dari jabatan Menkopolkam sudah tepat. Sjafrie Samsudin Menteri Pertahanan saat ini tepat menggantikan Budi Gunawan sebagai Menkopolkam.

Hal itu disampaikan Sutrisno Pangaribuan selaku Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas), Selasa 9 September 2025 di Medan.

BACA JUGA..  Sosok Brigjen TNI (Purn) Robert Hutauruk Ketua Tim Dokter Operasi Prabowo

Lalu, menurut pandangannya, Sutrisno Pangaribuan memunculkan nama mantan Gubernur Sumut ke-18 Edy Rahmayadi sebagai sosok yang tepat sebagai calon Menteri Pertahanan (Menhan) menggantikan Sjafrie Samsudin.

Kata anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 ini, Presiden Prabowo sudah tepat menunjuk Edy Rahmayadi yang juga Pangkostrad ke-38 sebagai pembantunya.

“Pengalaman Edy Rahmayadi sebagai Pangkostrad ke- 38 sangat tepat membantu Presiden Prabowo yang merupakan Pangkostrad ke- 22. Selain memiliki kecakapan di bidang pertahanan, Edy Rahmayadi juga memiliki kecakapan di bidang sipil sebagai Gubernur Sumut,” ujar Sutrisno.

Dalam ulasannya, Sutrisno Pangaribuan juga menjelaskan bahwa Edy Rahmayadi mampu menjaga dan mengendalikan Provinsi Sumut saat menghadapi Pandemi Covid-19. Edy Rahmayadi mampu membangun komunikasi politik dengan 100 orang pimpinan dan anggota DPRD Sumut selama 5 tahun.

BACA JUGA..  Perbaiki Kualitas Makanan WBP, Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Kinerja Menteri Supratman

“Maka Edy Rahmayadi pasti mampu melakukan komunikasi politik dengan DPR RI,” katanya.

Presiden Prabowo butuh pembantu yang loyal, yang hanya mengabdi kepada Presiden Prabowo dalam mewujudkan asta cita Presiden Prabowo. Presiden membutuhkan pembantu yang loyal, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.

“Edy Rahmayadi adalah sosok prajurit yang patuh dan hormat pada senior. Maka sebagai sesama prajurit, sebagai sesama mantan Pangkostrad, maka Edy Rahmayadi sangat tepat diangkat jadi Menhan,” tegas Sutrisno lagi.

Mantan Gubernur Sumut ke-18, Edy Rahmayadi. (Ist/Sumutpost.id)

Selain pernah menjadi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga pernah menjadi Ketum PSSI ke-16. Pengalaman sebagai Ketum PSSI melengkapi pengalaman sipil Edy Rahmayadi, sehingga melengkapi kemampuan memimpin kementerian. Edy Rahmayadi pasti patuh dan loyal kepada Sjafrie Samsudin sebagai Menkopolkam, dan kepada Presiden Prabowo Subianto. Edy Rahmayadi sebagai prajurit yang merintis karir sebagai perwira muda lulusan Akmil 85 pasti dapat berkomunikasi yang baik kepada seluruh matra TNI.

BACA JUGA..  DPP FABEM Serukan Presiden Prabowo Menangkap Pelaku Korupsi SDM

Edy Rahmayadi Tidak Gabung Partai

Keunggulan lainnya, Edy Rahmayadi juga tetap menjaga independensi dengan tidak bergabung dengan partai politik mana pun. Maka tidak ada hambatan dan kesulitan, dan tidak perlu izin dari Ketum Parpol mana pun untuk diangkat dalam jabatan Menhan.

“Edy Rahmayadi dapat diandalkan oleh Presiden Prabowo pasca aksi massa yang baru saja terjadi. Edy Rahmayadi memiliki pengalaman lapangan di bidang militer yang lengkap dan sipil yang komplit, serta loyal kepada pimpinannya. Jika Presiden Prabowo pembantu yang memiliki kecakapan dan loyalitas sebagai Menhan, maka Edy Rahmayadi pilihannya,” ujar Sutrisno mengakhiri. (msp)