IKLAN

Dinas Pendidikan Deliserdang Ditengah Badai: Calo Kepala Sekolah Menghantui Integritas Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Gedung Dinas Pendidikan Pemkab Deliserdang. (Ist/Sumutpost.id)

DELISERDANG, Sumutpost.id – Saat ini, Dinas Pendidikan Deliserdang (Disdik) menjadi sorotan publik akibat adanya dugaan kartel praktik percaloan kepala sekolah yang melibatkan oknum-oknum tertentu. Yang menariknya dari kasus ini, wartawan malah terpecah dalam alur pemberitaannya. Pertanyaan pun muncul; kenapa kelompok pilar keempat itu menjadi “heboh?”.

Diketahui, dua kubu wartawan yang berlawanan terlihat saling menyerang dalam sajian beritanya, sehingga goncangan tidak hanya terjadi di lingkungan Disdik Kabupaten Deliserdang, tapi sudah sampai ke ruang yang lebih kecil tapi efektip membahas permasalahan di Kabupaten Deliserdang, bernama: grup WhatsApp media.

BACA JUGA..  Darul Mursyid Raih Prestasi Kejuaraan Karate Internasional UKKC 2026

Praktik kartel calo kepala sekolah ini tidak hanya merusak integritas sistem pendidikan, tetapi juga merugikan para calon kepala sekolah yang berkompeten dan jujur. Jika benar adanya, praktik ini harus segera dihentikan dan diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Pemberitaan media lokal maupun nasional terus gencar menanyakan pemberitaan dugaan calo kepala sekolah yang menghebohkan itu.

Begitu juga debat hangat di grup WhatsApp Sahabat Wartawan Online Indonesia (SWOI) Sehat tetap bergulir saling serang. Sepertinya ada dua kubu pihak wartawan yang membela, dan yang terus gencar memberitakan dengan bukti- bukti transfer bahkan rekaman.

BACA JUGA..  Pemilihan Rektor USU Ditunda, PMPHI Sumut Tagih Penjelasan Menteri Pendidikan 

Diketahui di dalam grup SWOI Sehat banyak bergabung didalamnya, mulai wartawan dari media cetak, online, elektronik, pejabat tinggi lingkungan Pemkab Deliserdang, Camat dan para Kepala Desa.

Menurut Hasan Basri Siregar, Ketua Jaringan Wartawan Indonesia (JWI) Deliserdang, menekankan bahwa seleksi kepala sekolah harus transparan. “Kita perlu memastikan bahwa proses seleksi kepala sekolah dilakukan secara transparan, adil, dan berdasarkan kompetensi. Tidak ada ruang bagi praktik calo dan korupsi di lingkungan pendidikan,”.

BACA JUGA..  Malam Ini, Tipe-X Akan Meriahkan HUT Ke-79 Kabupaten Deliserdang

“Dinas Pendidikan Deliserdang harus menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menjaga integritas dan profesionalisme,” tegas Hasan Basri ketika dimintai tanggapannya, Sabtu malam (23/8/2028) di Lubuk Pakam.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan sistem pendidikan yang bersih dan berintegritas. “Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa pendidikan di Deliserdang menjadi lebih baik dan dapat melahirkan generasi yang berkualitas,” pungkasnya. (msp)