IKLAN

Mahasiswa Farmasi Akhiri Hidup Gantung Diri, Syok Baca Surat Wasiatnya: Papa Jangan Sering Marahin Mama!

Almarhum saat masih di lokasi dan (kiri) selembar surat yang ditulis tangan korban ditujukan untuk kedua orangtua dan adik-adiknya. (Ist/Sumutpost.id)

LUBUK PAKAM, Sumutpost.id – Seorang pria mahasiswa semester IV jurusan Farmasi, bernama Zaki Khaidir Rangga (20) ditemukan tewas tergantung tepat pintu kamar mandi Indekost nya, di Jalan Thamrin Kelurahan Syahmad, tak jauh dari RSUD Amri Tambunan, Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Selasa (22/7) sekitar pukul 19.30 WIB.

Korban yang merupakan warga Dusun I, Desa Gunung Para II, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, meninggalkan sepucuk surat wasiat. “Papa jangan sering marahin mama”. Semua orang yang menemukan surat itu merasa syok.

Peristiwa bunuh diri ini membuat geger warga sekitar rumah kos korban tinggal. Warga berdatangan ke lokasi melihat kejadian.

‎Menurut Pemilik Kost Mumtaz, Nani Fitriana saat dikonfirmasi di lokasi kost kost-anya tersebut, mengatakan bahwa penemuan pertama korban Zaki Khaidir Rangga gantung diri oleh temanya dengan membuka pintu kost korban.

“Infonya sudah dua hari orang tua Zaki (korban) menelpon tapi tak diangkat angkat, temannya yang buka pintu kos Zaki, memang gak terkunci pintunya tadi, dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung. Lalu temannya itu langsung menghubungi saya melihat korban, kemudian kami menghubungi pihak kepolisian,” kata Nani Fitriana.

BACA JUGA..  Bupati Asri Ludin Tambunan Launching Program Simpastatin, Lubuk Pakam Jadi Pilot Project

Nani juga menyebutkan saat ditemukan, Zaki Khaidir Rangga tergantung ada sepucuk surat wasiat yang tertulis “Papa jangan sering marahin mama”.

‎ “Ada semacam surat wasiat, tulisannya kalau tidak salah tadi, papa jangan sering marahin mama, infonya karena orang tuanya sering cekcok, soal keluarga gitulah bang, kalau Zaki ini baik orangnya, dia kost sekira lima bulan dan bayar kos selalu lancar. Saya tidak pernah lihat dia bermasalah gitu, anaknya baik kalau pulang kuliah selalu menyapa saya, ramah kok anaknya,” kata Nani Fitriana.

‎Masih keterangan Nani, pihaknya juga langsung memberi tahu kepada kedua orang tuanya pasca korban gantung diri.

‎ “Sudah datang orang tuannya sedih kali dan tampak syok melihat anaknya meninggal seperti itu. Kalau mayatnya tadi dibawa pakai ambulance katanya mau diautopsi ke rumah sakit Bhayangkara Medan,” sebut Nani Fitriana.

Sementara itu para mahasiswa teman sekolahnya yang mengetahui adanya mahasiswa satu kampusnya gantung diri langsung berkerumun, seakan ingin mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

“Adik kelas kami ini bang, infonya masalah keluarga juga dan selain itu diduga depresi juga dia diputusin pacarnya bang, kami beda jurusan,” sebut para mahasiswa yang tidak mau di sebutkan namanya.

BACA JUGA..  Polisi Tangkap Kapal Nelayan di Tengah Laut Asahan Bawa Narkoba

Petugas Satreskrim Polresta Deliserdang, bersama Polsek Lubukpakam yang datang ke lokasi telah membawa beberapa barang bukti.

Kanit I, Iptu Jimmy Depari dan Kapolsek Lubukpakam, AKP Rusdi Kemudian juga telah memasang garis polisi. (msp)