TAPSEL, Sumutpost.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan santri, para guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang berlokasi di Sidapdap Simanosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengikuti pelatihan konseling berbasis nilai Islam dan budaya pesantren, di Aula Pesantren Darul Mursyid 16-17 Juli 2025
Wakil Direktur Bidang Akademik Pesantren Darul Mursyid Ahmad Suheili Pulungan mengatakan, materi pelatihan meliputi teknik konseling Islami, pendekatan psikologi berbasis akhlak, serta integrasi budaya pesantren dalam mendampingi perkembangan santri secara holistik.
“Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi pendidikan Islam dan konselor berpengalaman, yang menyampaikan strategi aplikatif dalam menghadapi dinamika psikologis, yaitu Ibu Rifka Fatma Rangkuti, M.P.si,” terangnya.
Disebut, pada pelatihan itu, guru akan mendapatkan berbagai wawasan dan metode praktis untuk meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran, cara mengelola kelas dengan lebih efektif, serta pendekatan psikologi dalam mengajar agar santri lebih terlibat aktif dalam proses belajar.
Direktur Pesantren Darul Mursyid Yusri Lubis menyampaikan, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih suportif dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Kita ingin para guru bukan hanya menjadi pendidik di kelas, tapi juga pembimbing yang bisa menjadi tempat curhat, pendengar yang baik, dan penuntun jalan hidup bagi para santri,” ujarnya saat membuka pelatihan.
Sementara Ja’far Syahbudin Ritonga sebagai Pembina Pesantren Darul Mursyid yang juga Wakil Bupati Tapsel mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pelatihan ini.
Menurutnya, untuk memahami perkembangan anak, tentu butuh keseriusan sehingga kelak anak bisa terdidik dengan baik.
“Dengan pelatihan ini, Pesantren Darul Mursyid semakin menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual dalam membina generasi muda Islam. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, para guru dan karyawan bisa menambah wawasan sekaligus evualuasi terhadap proses pembelajaran yang saat ini terus berkembang,” ungkap alumni S3 USM Malaysia itu. (msp)








