MEDAN, Sumutpost.id – Koordinator wilayah (Koorwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Gandi Parapat mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang telah mengadukan persoalan tudingan ijazah palsu terhadapnya ke Polda Metro Jaya.
Langkah ini menurut Gandi Parapat, Kamis (1/5/2025) pagi, akan melunturkan kedengkian orang-orang atas capaian mantan Wali Kota Solo tersebut karena teka-teki ijazah palsu akan segera terungkap.
“Trimakasih kepada Jokowi yang mengaduh ke Polda Metro Jaya dan memperlihatkan Ijazah SD hingga UGM sebagaimana yang dipublikasikan media massa. Dengan mengadunya Jokowi secara langsung ke Polda Metro Jaya pasti teka teki Ijazah akan segera terjawab, masyarakat luas akan mengikuti proses tersebut karena berdasarkan UU dan Hukum,” ungkap Gandi Parapat.
Jika keabsahan ijazah milik Joko Widodo ini terbukti valid, maka label koruptor serta keinginan para purnawirawan untuk reshuffle kabinet yang berkaitan dengan kepentingan Joko Widodo diganti, termasuk untuk mengusulkan pergantian wakil Presiden tidak perlu dilakukan.
Jika perlu, Joko Widodo menurut Gandi Parapat perlu diusulkan dan didukung untuk menjadi Presiden RI di periode berikutnya, sebagai bentuk permintaan maaf publik karena memfitnahnya.
Namun di sisi lain, Gandi Parapat mengungkap rasa herannya karena di persidangan yang berlangsung di PN Solo, pengacara Joko Widodo tidak sama sekali mampu menunjukkan bukti ijazah aslinya.
“Mengapa bisa begitu. Yang di PN Solo atau yang di Polda Metro Jaya yang benar. Harusnya kalau kepada Polisi bisa tunjukkan ijazah asli, maka di PN Solo juga gampang. Apa susahnya menunjukkan Ijazah, jadi Jokowi betul-betul pemain Watak yang mungkin perlu ditiru. Kita tunggu sajalah, waktu akan menjawab,” tutupnya. (msp)








