IKLAN
DAERAH  

Bupati Gus Irawan Pasaribu Pecat Kabid SD Disdik Tapsel

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu. (Ist/HO/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Dinilai lalai dan tidak disiplin (indisipliner) dalam menjalankan tugas, tiga orang pejabat di  Tapanuli Selatan (Tapsel) dicopot dari jabatannya. Salah satunya Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan. Hal ini disampaikan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, Selasa (29/4/2025).

Selain Kabid SD, juga ada Kepala Puskesmas Pintu Padang yang beberapa waktu lalu sempat viral terkait  kedapatan ‘bayar berobat’ saat inspeksi mendadak Bupati Tapsel di berbagai media sosial. Selain itu ada juga Kabid di Dinas Perdagangan.

Gus Irawan Pasaribu dengan tegas menyampaikan, akan terus bersih-bersih terhadap semua pejabat yang melakukan pelanggaran.

BACA JUGA..  Wali Kota Tanjungbalai Lantik 13 Pejabat Administrator dan 11 Pengawas 

“Saya sudah berhentikan itu yang di puskesmas. Kepala puskesmasnya ternyata begitu saya perintahkan diperiksa oleh Inspektorat ternyata orang ini sebelumnya sering bermasalah. Temuan saya di situ bahwa Tapsel sudah UHC (unviersal health coverage) gitu ya. Mendeklarasikan bahwa dengan KTP bisa berobat gratis. Eh, ternyata di sana masih ada yang bayar,” terangnya sambil menegaskan hal seperti ini bisa jadi berlaku juga puskesmas lainnya.

“Jangan coba-coba karena sudah diingatkan, hentikan. Kalau masih dilakukan kita akan tindak tegas. Nanti kita lihat, kita akan dalami terus ini,” ucapnya.

Selain di Dinas Kesehatan (Puskesmas), saat inspeksi mendadak (sidak) orang nomor 1 di Tapsel ini juga menemukan kejanggalan dan dugaan pelanggaran di Dinas Pendidikan dan Perdagangan.

BACA JUGA..  Tambang Emas Martabe Anugerahkan Ratusan Beasiswa Pelajar Senilai Hampir 5 Miliar

“Saya terinformasi bahwa ada Kepala Bidang di Dinas Pendidikan mengancam Kepala Sekolah motifnya menarik duit,  bahwa kalau mau bertahan harus kasih setoran. Ini juga sudah diberhentikan. Selevel Kepala Bidang. Lalu ada juga Kepala Bidang di Dinas Perdagangan. Ini main-main di iuran-iuran pasar. Kalau untuk yang namanya fraud, penyelewengan, menyangkut uang, itu nggak ada maaf. Tidak ada, mohon maaf ya. Karena itu sangat merusak. Ini penyakit kronis yang harus diamputasi,” ungkapnya tegas.

BACA JUGA..  Harkitnas ke-118, Pemkab Tapteng Gelar Upacara di Lokasi Terdampak Bencana

Disebut, bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, akan sangat concern di semua bidang. Tetapi di sektor kesehatan dan pendidikan itu tentu menjadi prioritas.

“Karena dua dinas ini menyedot APBD Tapsel hingga 46 persen, masa iya anggaran banyak mereka habiskan tapi layanan tidak maksimal,” ucapnya.

Bupati juga mengaku prihatin dan mohon maaf kepada masyarakat dengan kondisi pelayanan publik yang terjadi di Tapsel sekarang ini.

“Semua instansi yang coba main-main dengan layanan publik, akan kita tertibkan,” tegasnya.

Terkait pencopotan Kabid SD di Dinas Pendidikan Tapsel ini, dibenarkan oleh Kadis Pendidikan Arman Pasaribu. (msp)