IKLAN

DAERAH  

23 Pejabat Tapteng Dilantik, Masinton: Birokrasi Harus Gerak Cepat Hadapi Bencana

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu lantik 23 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu meminta jajaran birokrasi bergerak lebih cepat dan tanggap menghadapi kebutuhan masyarakat, terutama dalam penanganan pascabencana.

Pesan itu disampaikan Masinton saat melantik dan mengambil sumpah janji 23 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng. Pelantikan berlangsung di Gedung Olahraga Pandan, Jumat 11 September 2026.

Masinton menegaskan, rotasi dan pengisian jabatan bukan sekadar pergantian posisi. Ada tuntutan kinerja yang harus segera dijawab para pejabat baru.

Terlebih, Tapteng masih berada dalam fase pemulihan pascabencana. Karena itu, pola kerja birokrasi yang lamban dan terlalu berbelit diminta untuk ditinggalkan.

BACA JUGA..  Pemkab Tapteng dan WVI Bangun Jaringan Air Bersih untuk Warga Tapian Nauli

“Bekerjalah dengan profesionalisme, penuh tanggung jawab. Kedepankan integritas. Dalam situasi kebencanaan, semuanya butuh cepat dan respons yang tanggap,” tegas Masinton.

Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi internal. Koordinasi harus dilakukan di masing-masing unit kerja, mulai kecamatan, kelurahan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

“Jangan menunggu lama. Segera lakukan koordinasi di unit kerja masing-masing,” pesannya.

Selain konsolidasi, Masinton mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam proses peralihan jabatan. Serah terima tugas dan tanggung jawab harus dilakukan secara jelas serta terdokumentasi.

Hal lain yang ditekankan adalah prinsip kebersamaan dalam menjalankan pemerintahan. Gotong royong, menurut dia, harus menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan, termasuk dalam pendataan dan penyaluran bantuan bencana.

BACA JUGA..  Bupati Kukuhkan Pengurus DPP Ikatan Keluarga Batang Natal Dohot Anak Boru 2025-2029

“Pendataan bantuan harus dilakukan secara transparan. Jangan sampai ada masyarakat yang berhak justru terlewat,” ujarnya.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi, Sekdakab Tapteng Binsar TH Sitanggang, staf ahli bupati, para asisten, kepala OPD serta rohaniawan.

Dari 23 pejabat yang dilantik, enam di antaranya mendapat tugas sebagai camat. Mereka yakni Rudi Hartono sebagai Camat Sarudik, Edison Gorat sebagai Camat Tapian Nauli, Jose Trisna Panggabean sebagai Camat Badiri, Horan Jawa sebagai Camat Barus, Ichwan Dwi Ananda Sitompul sebagai Camat Sorkam dan Hadi Siswaya Effendy sebagai Camat Sosorgadong.

BACA JUGA..  Sukseskan Program 3 Juta Rumah MBR, Wawako Tanjungbalai Rakor Bersama Gubsu

Sementara pejabat lainnya ditempatkan pada sejumlah OPD dan jabatan kewilayahan, di antaranya Rinaldy Siregar sebagai Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP; Aden Rinaldima Hutauruk sebagai Kepala Bidang Penangkapan, Perizinan dan Pemberdayaan Dinas Kelautan dan Perikanan; serta Reny Yemimalina Sinaga sebagai Kepala Bidang Pendapatan BPKPAD.

Masinton berharap para pejabat tersebut tidak sekadar menjalankan rutinitas administrasi. Mereka dituntut hadir menyelesaikan persoalan masyarakat.

Terutama di tengah proses pemulihan Tapteng, kecepatan mengambil keputusan, ketepatan bekerja dan respons terhadap kondisi lapangan menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintahan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemerintah yang hadir dan cepat merespons,” pungkasnya. (msp)