IKLAN
DAERAH  

Pengungsi Banjir Bandang di Tapanuli Selatan Butuh Obat-obatan

TAPSEL, Sumutpost.id – Korban banjir bandang di Dusun Siunjam, Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) berjumlah 734 jiwa dari 165 kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian.

Berbagai penyakit mulai akrab dengan mereka, sehingga sejumlah jenis obat-obatan sangat dibutuhkan.

“Seluruh warga terdampak banjir bandang masih bertahan dipengungsian yang disediakan,” kata Sekretaris Desa Sipange Siunjam, Amri Pulungan, Kamis (5/12/24).

Amri mengatakan dapur umum juga masih aktif untuk memasok kebutuhan makan dan minum bagi para pengungsi. “Sudah 14 hari pasca bencana. Biaya logistiknya bersumber dari pemerintah dan donatur lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA..  Pandangan Syahrul Terkait Banjir dan Longsor di Tapsel: Pentingnya Kajian Ilmiah Yang Komprehensif dan Objektif

Amri menyebut saat ini warga tak memiliki penghasilan lagi. Sebab, lahan pertanian baik sawah maupun kebuh, telah rusak akibat diterjang banjir bandang.

“Sekitar 50 hektar sawah yang hanya menunggu panen, sudah tertutup bebatuan dan lumpur. Demikian juga dengan kebun. Tidak ada lagi sumber ekonomi warga saat ini,” terangnya.

Pengungsi korban banjir bandang. (AP/Sumutpost.id)

Diutarakan Amri, saat ini warga yang pengungsi mulai rentan diserang berbagai penyakit. Mulai dari diare, perut kembung, batuk, filek, dan susah tidur. Untuk itu, stok obat sangat dibutuhkan.

BACA JUGA..  Sungai Padang Meluap Akibat Diguyur Hujan, Kota Tebingtinggi Tergenang Air

“Para lansia juga masih dilanda trauma. Setiap cuaca buruk, mereka akan gelisah dan tidak bisa tidur. Selain obat, warga pengungsi juga butuh suplemen dan susu bagi anak balita,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Tapsel, Suryadi memastikan pasokan obat untuk warga di pengungsian Sipange Siunjam, masih tersedia. “Alhamdulillah, tetap tersedia,” katanya menjawab pesan WhatsApp.

Sementara itu, Delima Fitri Sihombing (24) salah seorang warga setempat menyampaikan, ungkapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian semua pihak, yang telah membantu meringankan beban hidup mereka pasca banjir bandang, terutama pemerintah daerah.

BACA JUGA..  Safari Ramadhan 1446 H di Marancar JSR ajak Warga Hilangkan Sekat Politik

“Kami sudah dua minggu di pengungsian ini. Dapur umum masih menyediakan makan yang cukup bagi kami warga,” ucapnya, seraya berharap agar pemerintah dan donator tidak bosan memberi perhatian dan kepedulian pada warga yang terdampak, hingga bisa bangkit dan pulih dari kerusakan yang diakibatkan banjir bandang. (msp)