IKLAN

Banjir Bandang Melanda Siunjam Tapsel, Dua Warga Tewas Puluhan Rumah Rusak

Seorang anak usia sekolah menatapi kondisi sekolahnya pasca banjir bandang, di Desa Sipange Siunjam, Sayur Matinggi. (AP/Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Banjir bandang melanda Dusun Siunjam, Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jum’at (23/11/2024) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu, dari sore hari.

Dari kejadian itu, dua warga Siunjam ditemukan meninggal dunia dan puluhan rumah rusak parah, ditambah sekolah.

Sekretaris Desa Sipange Siunjam Amri Pulungan pada wartawan, Sabtu (24/11/2024) menyebut, sejak sore memang hujan deras melanda wilayah itu. Menjelang tengah malam suara gemuruh dari air bandang menerjang apa saja. Wargapun berupaya menyelamatkan diri. Puluhan rumah hancur terutama disepanjang aliran Anak Sungai Siunjam ditengah pemukiman. Demikian juga dengan bangunan sekolah dasar.

BACA JUGA..  Tanah Longsor di Sibolangit Telan 3 Korban Jiwa

“Lebih dari 20 rumah permanen rusak terseret arus. 1 ruang kelas dari SD Siunjam roboh, dan 3 ruang lainnya rusak parah,” terang Sekdes lewat selulernya pada wartawan, Sabtu (24/11/2024) pagi.

Dijelaskan, dari musibah itu ada dua warga ditemukan meninggal dunia. Dirman Nainggolan (56) ditemukan sekitar 100 meter dari rumahnya, tepatnya dipersawahan sekitar pukul 3 dini hari. Satu lagi korban meninggal dunia, Sulhan Pulungan (73) ditemukan pukul 8.00 WIB, sekitar 800 meter dari perkampungan, tepatnya di tengah persawahan dekat ‘Rodang’ (Payau) Sungai Batang Angkola. Keduanya, diduga terseret arus air banjir bandang saat bencana datang.

BACA JUGA..  Sungai Padang Meluap Akibat Diguyur Hujan, Kota Tebingtinggi Tergenang Air

“Ada juga 4 orang yang luka parah, saat ini dirawat di RSUD Pintu Padang. Mereka adalah Abdul Kahar (40), Nurhayati Harahap (69), Hendri Rambe (50) dan Abdul Rohim (4). Yang luka ringan banyak, tetapi tidak kita data lagi. Yang jelas 150 KK warga di Dusun Siunjam mengalami dampak dari musibah ini,” ungkap Sekdes.

Diutarakan Sekdes, musibah ini juga memberi daya rusak dan dampak yang luar biasa bagi mereka. Tak hanya menimbulkan korban meninggal dan luka serta merusak pasilitas umum seperti sekolah, jalan, rumah ibadah, irigasi dan fasilitas umum lainnya, akan tetapi juga merusak rumah, persawahan dan areal pertanian, yang menjadi sumber kehidupan mereka.

BACA JUGA..  Sungai Etan Pulobauk Sidimpuan Meluap, 3 Rumah Terendam
Mesjid di Sipange Siunjam setelah diterjang banjir bandang. (AP/Sumutpost.id)

“Kami pastikan sekitar 30 hektar sawah kami gagal panen. Tanaman padi yang baru berbunga sudah telengkup diterjang air dan lumpur. Demikian juga dengan tanaman lainnya,” terangnya.

Dan dipastikannya, sekolah di Siunjam juga diliburkan. Karena bangunan sekolah dan sarana prasarana didalamnya mengalami kerusakan parah. (msp)