IKLAN

Tidak ada Pekong Menuju Tapsel Kembali Bangkit, JSR: Lambang do eme, Molo Bere Mangalo tu Tulangna

DPC Gerindra Tapsel bersama dan Tim BAGUSI Tapsel bersama warga Nonton Bareng Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI di Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat. (Timses for Sumutpost.id)

TAPSEL, Sumutpost.id – Bupati dan Wakil Bupati disuatu daerah, tak jarang terjadi pecah kongsi (pekong), dalam menjalankan roda pemerintahan dan program pembangunan. Biasanya karena, masing-masing bertahan pada ego, sehingga berdampak pada melambatnya laju program pembangunan dan pelayanan masyatakat.

Namun, bagi Jafar Syahbuddin Ritonga (JSR), potensi itu tidak bakal terjadi. Pasalnya, pemilik Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid ini, memiliki komitmen yang tinggi, untuk menempatkan kepentingan umum dari kepentingan pribadi. Bahkan, pada hakikatnya telah menempatkan dan menganggap Gus Irawan Pasaribu sebagai orangtua yang memang adalah pamannya (tulang). Tentu, program kerjanya harus didukung dan dikerjakan bersama menuju Tapsel Kembali Bangkit.

BACA JUGA..  Ketua DPD PAN Tapsel Dicopot, Isunya Terkait Pilkada

“Bersatu dan mengedepankan kepentingan rakyat, dalam memimpin Tapsel ke depan adalah komitmen saya bersama tulang Gus Irawan,” ungkap JSR pada nonton bareng (nobar) pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka, yang digelar DPC Gerindra Tapsel dan Tim Pemenangan BAGUSI (Bersama Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin), di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Minggu (20/10/2024).

BACA JUGA..  Serahkan Dokumen Pencalonan, Masinton Pasaribu: Hak Memilih dan Dipilih Jangan Pernah Dibegal

Ditegaskan, sejatinya Bupati dan Wakil Bupati itu adalah satu kesatuan tak terpisahkan. Tentu harus bersama dan bersatu untuk mewujutkan visi misi dalam memajukan daerah. Apalagi di Tapsel masih sangat kental dan terpelihara etika adat budaya dan kekeluargaan. Sehingga, selaku keponakan (bere), dirinya akan menempatkan diri dan mendukung program pembangunan dari Gus Irawan yang merupakan pamannya (tulang), untuk Tapsel Kembali Bangkit.

BACA JUGA..  Calon Wakil Bupati Lom Lom Suwondo Patahkan Pertanyaan Serangan 2 Paslon Lain dengan Jawaban Lugas

“Saya tetap memegang petuah leluhur kita. Lambang do eme mola Bere mangalo Tulang na (padi tidak akan berisi, apabila ada anak yang menentang paman atau orangtua). Janga sampai kita dicap durhaka,” terang Jafar Syahbuddin dibeberapa kesempatan.

Nobar itu dirangkai dengan penyantunan anak yatim dan penyerahan bantuan pembangunan jalan menuju Dusun Tangga Batu, oleh Tim BAGUSI Tapsel. Dihadiri seribuan warga dari berbagai kecamatan. (msp)