MEDAN, Sumutpost.id – Pasca pengungkapan besar berbagai jenis narkoba beserta para pelakunya, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, M.H, mengatakan akan merespon setiap informasi terkait penyalahgunaan narkotika.
Hal itu disampaikan saat doorstop usai gelar pengungkapan narkoba dalam kurun waktu 2 bulan, di lapangan KS Tubun Polda Sumatera Utara, Senin 14 April 2025 kemarin.
Direktur Narkoba yang baru 14 hari menjabat itu mengatakan, setiap informasi dari masyarakat atau dumas (pengaduan masyarakat), strateginya adalah langsung turun ke lokasi tersebut. Jangan dibiarkan lama.
“Saya sudah sampaikan kepada seluruh Kasat di jajaran Polda Sumut, bahwa setiap ada informasi dari masyarakat baik online atau dumas kita langsung turun, baik dari Polres maupun Polda,” ujarnya.
Dikatakan Calvijn, kalau dibiarkan lama (informasi) tersebut, ini akan berkembang. Peredaran itu tidak boleh berkembang.
Kasus Belawan Dilindungi Oknum Jaringan Tertentu
Ditanya wartawan soal penggerebekan di Bagan Deli yang sempat terjadi kericuhan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan bahwa para pelakunya dilindungi oleh oknum jaringan tertentu.
Kenapa saya sampaikan seperti ini, ujar Calvijn, katanya, begitu proses penangkapan, begitu banyaknya oknum-oknum yang berupaya menggagalkan. Bahkan menghalang-halangi petugas, bahkan menyerang petugas dengan cara mereka.
“Bahkan merampas tersangka yang sudah diamankan. Berarti massif ini pak. Kalau hanya bandar yang di lokasi kita tangkap tidak ada hubungannya dengan oknum-oknum jaringan yang saya sampaikan itu, pasti kan tidak akan terjadi hal itu. Tapi saya yakin dan percaya, masyarakat Sumatera Utara serta warga Belawan masih banyak yang mendukung upaya-upaya penegakan hukum yang dilakukan petugas. Saya yakin dan percaya itu,” tegas Kombes Jean kepada wartawan.
Selanjutnya wartawan bertanya yang diungkap di Belawan terafiliasi ke jaringan mana, Direktur Narkoba mengatakan sampai saat ini ada 1 lagi tersangka yang belum ditangkap. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa kita tangkap,”.
Aksi Tawuran Disusupi Jaringan Menggeser Barang
Ditanya apakah tawuran yang sering terjadi di daerah Belawan diindikasikan berhubungan dengan jaringan narkoba disana.
Ketua Umum Barisan Akabri Sembilan Belas Sembilan Sembilan (bASe99) mengatakan proses tawuran bisa lanhsung dicek ke Kapolres Pelabuhan Belawan.
“Artinya, proses tawuran yang terjadi disana, berdasarkan informasi yang kita dapat, dalam kesempatan itu ada beberapa barang (narkoba) yang digeser-geser, tetapi itu masih kita dalami. Soal jaringannnya, kita masih mendalami jaringan provinsi dan akan kita kembangkan,” tutup Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, M.H. (msp)







